Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 02 APRIL 2026 • 03:19 WIB

Inflasi Tahunan Tarakan Maret 2026 Sebesar 3,81 Persen, BPS: Harga Sejumlah Komoditas Naik

Inflasi Tahunan Tarakan Maret 2026 Sebesar 3,81 Persen, BPS: Harga Sejumlah Komoditas NaikInfo Grafik (bps)

KALTARA – Badan Pusat Statistik Kota Tarakan mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,81 persen pada Maret 2026. Kenaikan tersebut ditunjukkan dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tercatat sebesar 109,15.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, mengungkapkan bahwa inflasi terjadi akibat kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran masyarakat.


“Beberapa kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks yang cukup signifikan, sehingga mendorong terjadinya inflasi di Kota Tarakan,” katanya, Rabu (1/4/2026).


Kelompok kesehatan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 12,26 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 6,86 persen. Selain itu, kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami kenaikan sebesar 1,73 persen.


Tak hanya itu, kelompok transportasi, pendidikan, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran turut memberikan andil terhadap inflasi. Bahkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan cukup tinggi hingga 16,72 persen.


Di sisi lain, sejumlah kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks atau deflasi, seperti pakaian dan alas kaki sebesar 0,45 persen serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,42 persen.
Selain inflasi tahunan, BPS mencatat inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,63 persen dan inflasi tahun berjalan (y-to-d) sebesar 1,06 persen.


Umar Riyadi menambahkan, beberapa komoditas yang dominan memicu inflasi antara lain emas perhiasan, tarif listrik, tarif rumah sakit, beras, daging ayam ras, serta angkutan udara. Sementara itu, komoditas seperti cabai, sayuran, dan angkutan laut turut menahan laju inflasi.


Menurutnya, kondisi inflasi di Tarakan masih tergolong stabil, meskipun terdapat tekanan harga pada sektor tertentu yang perlu terus diwaspadai.


“Masyarakat diharapkan tetap bijak dalam mengelola pengeluaran, terutama pada komoditas yang harganya fluktuatif,” tutupnya.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Inflasi Tahunan Tarakan Maret 2026 Sebesar 3,81 Persen, BPS: Harga Sejumlah Komoditas Naik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!