Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 JULI 2026 • 13:59 WIB

Hujan Disertai Angin Ribut Terjang Krayan, Rumah Warga, Dua Gereja dan Pos Pamtas Terdampak

Hujan Disertai Angin Ribut Terjang Krayan, Rumah Warga, Dua Gereja dan Pos Pamtas TerdampakKerusakan Pascaterjangan Angin Ribut (ist)

KALTARA – Hujan lebat yang disertai angin ribut menerjang Kecamatan Krayan Induk, Kabupaten Nunukan, Kamis (16/7/2026) sore. Cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 15.30 Wita itu menyebabkan kerusakan di sejumlah titik, mulai dari rumah warga, rumah ibadah, hingga merobohkan tower yang menimpa Pos Pengamanan Perbatasan (Pos Pamtas) Long Bawan.

Laporan Pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Krayan Induk menyebutkan, peristiwa tersebut berdampak pada dua unit rumah warga yang mengalami rusak berat. Selain itu, dua gereja mengalami kerusakan pada bagian atap akibat diterpa angin kencang.

Baca juga: APPSI 2026 Perkuat Sinergi Antarprovinsi, Gubernur Kaltara Ambil Bagian dalam Pembahasan Isu Strategis

Petugas Pos BPBD Krayan Induk, Mardoni Remon, mengatakan selain rumah warga dan rumah ibadah, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum. Sebuah tiang tower dilaporkan roboh hingga menimpa Pos Pamtas Long Bawan, sementara pohon tumbang menimpa salah satu rumah warga.

"Syukurnya dalam kejadian ini tidak ada korban meninggal dunia, korban luka maupun warga yang harus mengungsi. Saat ini kami masih terus melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan," ujarnya dalam laporan yang disampaikan kepada BNPB, Bupati Nunukan, BPBD Provinsi Kalimantan Utara, dan BPBD Kabupaten Nunukan.

Pasca kejadian, petugas BPBD bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat bergotong royong membersihkan material pohon tumbang serta melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Krayan memastikan fenomena cuaca yang melanda wilayah tersebut merupakan angin ribut atau angin kencang, bukan puting beliung.

Prakirawan BMKG Krayan, Reza, kepada media menjelaskan angin kencang dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus yang menghasilkan aliran udara turun (downdraft). Hembusan udara tersebut dapat menimbulkan angin berkecepatan tinggi ketika hujan berlangsung.

"Kalau puting beliung memiliki ciri adanya pusaran angin yang berputar. Dari hasil pengamatan kami dan video yang beredar, fenomena di Krayan lebih mengarah pada angin ribut," katanya, Jumat (17/7/2026).

Menurut Reza, dampak angin kencang hanya bersifat lokal dan terjadi di kawasan Long Bawan, Long Midang, serta Kampung Baru. Sementara wilayah lain di Krayan hanya mengalami hujan lebat tanpa disertai angin kencang.

Ia menambahkan, sebelum cuaca ekstrem terjadi BMKG telah menerbitkan peringatan dini melalui Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan dan informasi tersebut telah disebarluaskan kepada masyarakat di wilayah Krayan.

BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Namun, peluang munculnya angin ribut dengan kekuatan seperti yang terjadi pada Kamis sore diperkirakan tidak sebesar kejadian sebelumnya.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan disertai angin kencang dan petir. Warga juga diminta menghindari pohon besar, baliho, maupun bangunan yang rawan roboh serta selalu mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hujan Disertai Angin Ribut Terjang Krayan, Rumah Warga, Dua Gereja dan Pos Pamtas Terdampak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!