Kamis, 26 MARET 2026 • 10:33 WIB

Pertemuan RI–Malaysia di Perbatasan, Wabup Malinau Tekankan Akselerasi Pembangunan Apau Kayan

Author

Pemerintah Kabupaten Malinau memperkuat komitmen kerja sama lintas negara melalui pertemuan bilateral dengan delegasi Sarawak, Malaysia, di Desa Long Nawang, kawasan Apau Kayan, Rabu (25/3/2026). (hms)

KALTARA  – Pemerintah Kabupaten Malinau mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan dalam pertemuan bilateral bersama delegasi Sarawak, Malaysia, yang berlangsung di Desa Long Nawang, Apau Kayan, Rabu (25/3/2026).

Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menegaskan bahwa sinergi lintas negara menjadi kunci dalam mengakselerasi pembangunan di wilayah perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur.

Delegasi dari Sarawak dipimpin oleh Timbalan Menteri Digital Sarawak, Wilson Uga Anak Kumbong, yang hadir bersama rombongan dan disambut langsung oleh pemerintah daerah serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Jakaria menekankan bahwa kawasan perbatasan seperti Apau Kayan memiliki peran strategis sebagai pintu interaksi dua negara, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya.

“Perbatasan bukan wilayah terluar yang terpinggirkan, tetapi beranda depan negara yang harus dibangun secara serius,” tegasnya.

Ia menyoroti pentingnya dukungan lintas negara dalam membuka konektivitas, terutama pembangunan akses jalan dan percepatan operasional Pos Lintas Batas Negara Long Nawang. Menurutnya, keterhubungan antarwilayah akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan.

Selain infrastruktur fisik, Jakaria juga menilai penguatan kerja sama di bidang digital menjadi peluang strategis. Ia mengapresiasi kemajuan Sarawak dalam membangun ekosistem digital yang dinilai dapat menjadi referensi bagi Malinau dalam mengembangkan layanan berbasis teknologi.

“Kami melihat Sarawak sudah lebih maju dalam digitalisasi. Ini bisa menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong pelayanan publik yang lebih modern,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan historis antara masyarakat di kedua wilayah yang telah terjalin sejak lama, bahkan sebelum batas negara terbentuk secara administratif.

Pemerintah Kabupaten Malinau berharap, hasil pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret, terutama dalam pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi lintas batas, serta peningkatan kualitas layanan publik di kawasan perbatasan.

Dengan sinergi yang kuat antara Indonesia dan Malaysia, kawasan perbatasan diharapkan tidak lagi menjadi wilayah tertinggal, melainkan tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Utara. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU