Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 MARET 2026 • 08:26 WIB

Tingkatkan Produksi Lokal, DPRD Kaltara Dorong Penguatan Peternakan Ayam Petelur di Tarakan

Tingkatkan Produksi Lokal, DPRD Kaltara Dorong Penguatan Peternakan Ayam Petelur di TarakanKetua Komisi III DPRD Kaltara bersama pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kaltara melakukan kunjungan ke peternakan ayam petelur milik Sopian di kawasan Aki Balak, Kota Tarakan, Selasa (24/03/2026). (ist)

KALTARA  – Upaya mendorong kemandirian pangan di Kalimantan Utara terus digencarkan. Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara bersama jajaran DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kaltara melakukan kunjungan lapangan ke salah satu peternakan ayam petelur di kawasan Aki Balak, Kota Tarakan, Selasa (24/03/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung sistem budidaya yang diterapkan peternak, mulai dari penggunaan kandang tipe battery hingga pola pemberian pakan yang masih bergantung pada produk pabrikan. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian utama dalam upaya meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional peternak lokal.

Ketua Komisi III DPRD Kaltara yang juga Ketua DPW TMI Kaltara, Jufri Budiman, menegaskan bahwa Tarakan memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan ayam petelur, mengingat tingginya tingkat konsumsi telur di kota tersebut dibandingkan daerah lain di Kaltara.

“Permintaan telur di Tarakan sangat tinggi, sehingga perlu didukung dengan peningkatan produksi lokal agar tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujarnya.

Saat ini, kebutuhan telur ayam di Kalimantan Utara masih didominasi pasokan dari luar daerah yang mencapai sekitar 23 ribu ton per tahun. Sementara produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 3 ribu ton per tahun. Kesenjangan ini menjadi dasar bagi TMI Kaltara untuk mendorong pengembangan peternakan ayam petelur di empat kabupaten dan kota.

Jufri menyebutkan, pihaknya menargetkan adanya peningkatan produksi lokal sebesar 5 ribu hingga 10 ribu ton per tahun dalam kurun 2026 hingga 2027. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan kelompok peternak skala kecil hingga menengah, termasuk peningkatan kapasitas produksi dan manajemen usaha.

Namun demikian, ia mengakui bahwa sejumlah kendala masih dihadapi peternak, terutama terkait ketersediaan bibit ayam (DOC) dan pakan. Fluktuasi harga pakan dinilai sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga telur di pasaran.

“Masalah utama peternak saat ini adalah DOC dan pakan. Ke depan perlu ada regulasi dan peran pemerintah melalui OPD terkait agar ada keberpihakan kepada peternak lokal,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pabrik pakan dan penetasan di luar Tarakan untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi peternak di Kaltara. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan produksi telur lokal guna memenuhi kebutuhan masyarakat maupun program pemerintah.

Dengan sinergi antara pemerintah, organisasi petani, dan pelaku usaha, diharapkan Kalimantan Utara mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah dan secara bertahap mencapai kemandirian pangan, khususnya komoditas telur ayam. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tingkatkan Produksi Lokal, DPRD Kaltara Dorong Penguatan Peternakan Ayam Petelur di Tarakan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!