Selasa, 17 MARET 2026 • 01:11 WIB

Berburu Takjil di Pasar Ramadan, Bupati Nunukan Pilih Jalangkote untuk Menu Berbuka

Author

Suasana Pasar Ramadan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mendadak semakin hangat ketika Bupati Nunukan, Irwan Sabri, turun langsung berburu takjil bersama jajaran pejabat pemerintah daerah, Senin (16/3/2026) sore. (ist)

KALTARA  – Suasana Pasar Ramadan di Kabupaten Nunukan tampak semakin semarak ketika Bupati Nunukan, Irwan Sabri, turun langsung menyusuri lapak pedagang takjil pada Senin (16/3/2026) sore. Didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Nunukan, ia terlihat santai berbincang dengan pedagang dan masyarakat yang sedang berburu menu berbuka puasa.

Kegiatan dimulai dari deretan pedagang takjil di depan UKM Center Nunukan. Kehadiran rombongan pemerintah daerah itu langsung menarik perhatian warga yang memadati kawasan pasar Ramadan. Banyak pedagang tampak antusias menyapa dan menyalami Bupati saat ia menghampiri lapak-lapak jualan mereka.

Di tengah aktivitas tersebut, Irwan Sabri mengungkapkan bahwa menu favoritnya untuk berbuka puasa justru sangat sederhana. Ia mengaku paling menyukai Jalangkote, salah satu kudapan goreng yang banyak dijual di pasar takjil selama Ramadan.

“Kalau berbuka puasa saya sebenarnya sederhana saja, salah satu yang paling saya suka itu jalangkote,” ujarnya sambil tersenyum.

Kehangatan semakin terasa ketika rombongan berhenti di salah satu penjual minuman. Beberapa anak yang sedang membeli es campur tampak kaget ketika Bupati tiba-tiba membayarkan minuman yang mereka beli. Anak-anak tersebut pun tampak gembira dan berterima kasih.

Tidak hanya anak-anak, beberapa warga yang sedang membeli takjil juga ikut ditraktir oleh Bupati. Momen tersebut membuat suasana pasar semakin akrab, sekaligus menghadirkan nuansa kebersamaan antara pemimpin daerah dan masyarakat.

Setelah berkeliling cukup lama, Bupati dan rombongan membeli berbagai jenis makanan untuk berbuka puasa. Mulai dari kue basah, gorengan, aneka sayur siap santap, hingga minuman segar seperti es buah.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Pasar Ramadan Blok Tiga Oke di Jalan Sanusi, RT 6, Nunukan Barat. Kedatangan Bupati membuat suasana pasar yang sudah ramai semakin meriah.

Para pedagang yang sebagian besar merupakan pelaku usaha kecil tampak bersemangat menyambut kunjungan tersebut.

“Alhamdulillah, Bupati kami datang!” seru salah seorang pedagang dengan wajah penuh kegembiraan.

Bupati pun menyempatkan diri menyalami para pedagang satu per satu. Ia juga memborong berbagai dagangan yang dijual oleh pelaku usaha kecil di pasar Ramadan tersebut.

Selain berbelanja takjil, Bupati juga berdialog dengan para pedagang mengenai kondisi penjualan selama bulan Ramadan. Ia mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung aktivitas para pelaku usaha kecil yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk berjualan.

“Ya tentunya saya mau melihat secara langsung para pelaku UMKM yang menjual takjil di bazar Ramadan ini,” kata Irwan Sabri.

Menurutnya, keberadaan pasar takjil memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil yang menjual makanan dan minuman selama Ramadan.

“Ini tentu mempengaruhi perputaran ekonomi masyarakat. Saat Ramadan permintaan makanan dan minuman meningkat cukup signifikan,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Saya berharap masyarakat dan pemerintah tidak ada jarak. Jika komunikasi sudah terjalin dengan baik, maka berbagai tantangan ke depan akan lebih mudah kita hadapi bersama,” tuturnya.

Di akhir kunjungannya, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan suasana kebersamaan selama Ramadan.

“Pesan saya kepada masyarakat agar saling menghargai, tertib berlalu lintas, dan terus menjalin silaturahmi agar semangat persaudaraan tetap terjaga,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pasar Ramadan Blok Tiga Oke yang juga Ketua RT 06 Nunukan Barat, Supinah, mengaku sangat senang atas kedatangan Bupati beserta jajaran pemerintah daerah.

Menurutnya, kunjungan tersebut memberi semangat bagi para pedagang yang selama beberapa hari terakhir mengalami penurunan pembeli.

“Kami sangat senang dan bangga atas kedatangan Pak Bupati bersama jajarannya. Syukur alhamdulillah dagangan kami hari ini diborong oleh Pak Bupati dan juga jajarannya,” katanya.

Supinah mengungkapkan, para pedagang sebenarnya tidak menyiapkan dagangan dalam jumlah banyak karena beberapa hari terakhir penjualan cenderung sepi.

Ia juga menyebutkan bahwa pada hari yang sama pasar Ramadan tersebut turut dikunjungi oleh anggota DPRD Kabupaten Nunukan sehingga seluruh dagangan para pedagang akhirnya habis terjual.

Meski demikian, ia menilai daya beli masyarakat pada Ramadan tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, daya beli masyarakat tahun ini memang menurun. Pedagang musiman juga semakin banyak sehingga perputaran ekonomi terasa lebih kecil,” ujarnya.

Ke depan, para pedagang berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha kecil, termasuk dukungan permodalan bagi pedagang musiman selama Ramadan.

“Kami berharap pemerintah daerah dan DPRD bisa lebih sering datang ke pasar Ramadan. Kalau bisa tidak hanya sekali, minimal dua kali dalam satu bulan. Kami juga berharap ada bantuan modal bagi pedagang musiman agar bisa berjualan lebih baik,” tutupnya.

Di balik hiruk pikuk pasar Ramadan, aktivitas para pedagang takjil menjadi gambaran nyata denyut ekonomi masyarakat kecil yang terus bergerak selama bulan suci. Kehadiran pemerintah di tengah mereka diharapkan dapat menjadi dukungan moral sekaligus dorongan agar usaha kecil tetap tumbuh dan bertahan.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU