Jumat, 03 APRIL 2026 • 14:29 WIB

Pertamina Koordinasi Tambahan Kuota BBM Nunukan, Warga Sebatik Sempat Bergantung Bensin Malaysia

Author

Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel Pertamina, Muhammad Naufal Atiyah, Tinjau Pengukuran BBM di Nunukan (ist)

KALTARA  – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Malaysia yang diikuti terbatasnya pasokan BBM Indonesia di wilayah Sebatik, Kabupaten Nunukan, mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan melakukan koordinasi kepada Pertamina untuk penambahan kuota

Kondisi tersebut keterbatasan BBM indonesia bahkan membuat masyarakat perbatasan sempat bergantung pada bensin asal Malaysia dengan harga lebih tinggi dari biasanya.


Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel Pertamina, Muhammad Naufal Atiyah, membenarkan adanya pengajuan penambahan kuota BBM untuk Kabupaten Nunukan guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.


Menurutnya, Pertamina telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk menyiapkan surat rekomendasi penambahan kuota BBM yang akan diajukan ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
“Kami sudah koordinasi dengan Pemkab Nunukan terkait pembuatan surat rekomendasi penambahan per lembaga penyalur untuk dikirim ke BPH Migas terkait kebutuhan riil,” ujarnya, Jumat (03/04/2026).


Ia menjelaskan, menyikapi kondisi di lapangan, Pertamina bersama pemerintah daerah langsung menggelar rapat koordinasi guna menghitung kebutuhan tambahan pasokan BBM di Kabupaten Nunukan.


“Kami langsung mengadakan rapat koordinasi bersama Pemkab Nunukan untuk membahas hal tersebut dan menganalisa sekiranya berapa kebutuhan yang diperlukan,” katanya.


Meski demikian, Naufal menegaskan keputusan penambahan kuota BBM tetap berada di BPH Migas. Pertamina hanya menyampaikan proyeksi kebutuhan berdasarkan kondisi riil di lapangan.


“Yang dapat kami lakukan adalah memberikan prognosa dan estimasi demand yang dibutuhkan oleh Kabupaten Nunukan secara keseluruhan,” jelasnya.


Ia juga menyebutkan, pengajuan tersebut turut mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Pertamina berharap permohonan tersebut dapat segera mendapat respons positif agar distribusi BBM kembali stabil.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar lima unit Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) yang tersebar di Nunukan Kota, Kecamatan Sei Menggaris dan Pulau Sebatik telah mengajukan permohonan penambahan kuota. Permintaan tersebut diperkirakan juga akan diikuti oleh APMS lainnya.


Naufal menegaskan, penambahan kuota harus dibarengi dengan komitmen penyaluran yang tepat sasaran serta pengawasan yang baik, agar tidak terjadi penyalahgunaan di lapangan.


“Pengajuan seperti ini harus sejalan dengan bahwa SPBU menyalurkan dengan tepat dan tidak ada penyelewengan dalam bentuk apapun, sehingga mandat yang diberikan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan agar peningkatan kebutuhan BBM tidak hanya terjadi saat harga BBM di negara tetangga sedang tinggi. Menurutnya, pola konsumsi masyarakat di wilayah perbatasan sering berubah mengikuti selisih harga antarnegara.


“Jangan sampai permintaan kebutuhan BBM hanya saat BBM sebelah tinggi. Jika nanti harga turun lalu beralih kembali, maka penyerapan tidak maksimal dan kondisi ini bisa terulang,” ujarnya.


Sebelumnya, masyarakat di Sebatik dilaporkan harus membeli bensin asal Malaysia dengan harga sekitar Rp22 ribu per botol, bahkan sempat mencapai Rp25 ribu per botol di tingkat pengecer. Kondisi ini terjadi setelah pasokan BBM Indonesia terbatas dan sejumlah SPBU, APMS serta Pertashop tidak beroperasi dalam beberapa hari terakhir.


Kenaikan harga BBM Malaysia sendiri disebut dipicu kebijakan pemerintah setempat yang menyesuaikan harga mengikuti gejolak energi global. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat perbatasan yang selama ini bergantung pada pasokan BBM dari Indonesia. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU