KALTARA – Keberhasilan Kalimantan Utara mempertahankan predikat sebagai salah satu daerah paling rukun di Indonesia mendapat apresiasi dari Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas daerah.
Hal itu disampaikan saat menerima audiensi jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Utara di Ruang Rapat Kerja Gubernur, Kamis (4/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pelaksana Tugas Ketua FKUB Kaltara, Wiyono Adie, melaporkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kalimantan Utara terus menunjukkan hasil yang membanggakan. Selain berada di kelompok teratas secara nasional, Kaltara juga tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kerukunan tertinggi di Pulau Kalimantan.
Capaian tersebut, menurut Wiyono, tidak lepas dari sinergi yang selama ini terbangun antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat yang menjunjung tinggi nilai toleransi.
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan penghargaan kepada FKUB yang selama ini aktif membangun komunikasi lintas agama dan menjaga suasana kondusif di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Utara.
“Prestasi ini bukan hanya milik FKUB, tetapi menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kalimantan Utara. Kerukunan yang terjaga menunjukkan bahwa masyarakat kita mampu hidup berdampingan dalam keberagaman dengan penuh rasa saling menghormati,” ujarnya.
Gubernur menilai kondisi yang aman dan harmonis menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim pembangunan yang sehat. Stabilitas sosial yang terjaga juga menjadi daya tarik bagi investasi dan pengembangan berbagai sektor ekonomi di daerah.
Karena itu, ia berharap FKUB terus memperkuat perannya sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan.
Selain mengedepankan dialog dan edukasi, Zainal juga meminta FKUB meningkatkan langkah antisipatif terhadap berbagai isu yang berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.
“Kita tidak boleh lengah. Kerukunan yang sudah terbangun harus terus dirawat dengan komunikasi yang baik, koordinasi yang kuat, dan respons cepat terhadap berbagai persoalan yang muncul di masyarakat,” tegasnya.
Audiensi berlangsung hangat dan menghasilkan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Pemerintah Provinsi Kaltara optimistis predikat sebagai daerah dengan tingkat kerukunan terbaik dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: DKISP Kaltara