Terap, Buah Eksotis Kalimantan yang Manis dan Kaya Khasiat (googel AI)
KALTARA – Buah terap atau tarap menjadi salah satu buah khas Kalimantan yang memiliki rasa manis, aroma harum, dan tekstur lembut. Di balik kelezatannya, buah yang masih satu keluarga dengan nangka dan cempedak ini ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.
Buah terap banyak ditemukan di kawasan hutan tropis Kalimantan dan biasanya muncul saat musim tertentu. Saat matang, buah ini memiliki aroma harum khas yang membuat banyak masyarakat menyukainya.
Selain nikmat disantap langsung, buah terap juga diketahui kaya kandungan nutrisi penting yang baik bagi tubuh. Kandungan karbohidrat alami di dalamnya dipercaya mampu membantu menambah energi sehingga tubuh terasa lebih bertenaga saat beraktivitas.
Buah terap juga mengandung serat yang cukup tinggi sehingga baik untuk membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus. Konsumsi buah ini dipercaya membantu memperlancar buang air besar secara alami.
Tak hanya itu, kandungan vitamin C dalam buah terap juga bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Kandungan antioksidan dan vitamin pada buah terap juga dinilai baik untuk membantu menjaga kesehatan kulit agar tetap segar dan tidak mudah kusam.
Selain itu, buah khas Kalimantan ini mengandung kalium yang dipercaya membantu menjaga tekanan darah tetap stabil sehingga baik untuk kesehatan jantung.
Buah terap juga memiliki kandungan mineral yang membantu menjaga kekuatan tulang dan gigi sehingga baik dikonsumsi berbagai kalangan.
Di Kalimantan Utara, buah terap menjadi salah satu buah musiman yang cukup ditunggu masyarakat saat panen tiba. Kini buah tersebut juga mulai banyak diolah menjadi berbagai makanan dan minuman seperti keripik terap, kue tradisional, campuran es buah, hingga dessert modern.
Dengan rasa khas dan manfaat kesehatannya, buah terap dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu buah unggulan khas Kalimantan sekaligus mendukung sektor kuliner lokal dan ekonomi masyarakat daerah.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan