Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 08 JUNI 2026 • 08:48 WIB

Pemkot Tarakan Perkuat Koordinasi Pascaperingatan Tsunami, Warga Diminta Tetap Waspada

Pemkot Tarakan Perkuat Koordinasi Pascaperingatan Tsunami, Warga Diminta Tetap WaspadaAntisipasi Dampak Gempa Filipina, Pemkot Tarakan Gelar Rakor (hms)

KALTARA  – Pemerintah Kota Tarakan langsung meningkatkan koordinasi lintas instansi setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026) pagi.

Status Waspada Tsunami yang ditetapkan untuk Kota Tarakan membuat pemerintah daerah bergerak cepat dengan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pesisir.

Baca juga: Gempa M7,7 Filipina Picu Peringatan Tsunami di Indonesia, BMKG Tetapkan Sejumlah Wilayah Siaga dan Waspada

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Alias, SKM., M.Kes., mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi tersebut. Karena itu, warga diminta tetap tenang dan tidak terpancing isu atau informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan terus mengikuti informasi dari sumber resmi. Pemerintah Kota Tarakan terus berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait dalam memantau perkembangan situasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi di Filipina berpotensi menimbulkan tsunami yang dapat memengaruhi sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk Kalimantan Utara.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, estimasi waktu tiba gelombang tsunami di wilayah Kalimantan Utara diperkirakan antara pukul 08.06 hingga 08.27 WITA. Adapun ketinggian gelombang yang diperkirakan mencapai wilayah Tarakan berada di bawah 0,5 meter.

"Ini merupakan peringatan dini yang harus disikapi dengan kewaspadaan. Kami meminta masyarakat menjauhi sementara kawasan pantai, pelabuhan, dermaga, dan muara sungai sambil menunggu informasi lanjutan dari BMKG," jelas Khilmi.

Ia menambahkan bahwa BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan maupun kondisi muka air laut secara real time untuk memastikan perkembangan situasi.

Pemkot Tarakan juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan. Seluruh perkembangan akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah daerah dan BMKG.

"Kita harus waspada, tetapi tidak perlu takut berlebihan. Mari bersama-sama menjaga ketenangan dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama," tutup Alias.

Hingga saat ini, kondisi di Kota Tarakan terpantau aman dan terkendali. Pemerintah bersama instansi terkait tetap bersiaga sambil menunggu hasil pemantauan lanjutan dari BMKG. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemkot Tarakan Perkuat Koordinasi Pascaperingatan Tsunami, Warga Diminta Tetap Waspada

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!