KALTARA – Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dinilai berjalan efektif dan berdampak pada efisiensi anggaran daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, menyebutkan bahwa penerapan WFA mampu menekan biaya operasional, khususnya pada penggunaan listrik dan air, dengan total penghematan mencapai sekitar Rp230 juta.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di Lapangan Agatis, Senin (30/3/2026). Ia menjelaskan bahwa efisiensi tersebut terlihat dari penurunan tagihan utilitas di sejumlah gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejak awal tahun.
Menurut Denny Harianto, keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif seluruh OPD, termasuk penanggung jawab gedung yang turut memastikan penggunaan energi lebih terkendali selama penerapan WFA.
Selain itu, tingkat kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan kebijakan ini juga tergolong tinggi. Dari hasil evaluasi, pelaksanaan WFA telah mencapai sekitar 99 persen.
Meski demikian, Sekprov menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Unit kerja yang bersentuhan langsung dengan publik diminta tetap menjaga kinerja dan pelayanan secara optimal.
“Efisiensi harus sejalan dengan peningkatan pelayanan publik,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kaltara akan terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan WFA agar tetap efektif, sekaligus menjadi salah satu strategi dalam menjaga efisiensi anggaran di tengah tantangan global yang dinamis.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan