KALTARA – Denyut arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah terasa kuat di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Senin (16/3/2026) malam. Wajah-wajah lelah bercampur harap tampak di antara penumpang yang datang dan berangkat, membawa cerita pulang ke kampung halaman.
Di tengah suasana itu, Bupati Nunukan, Irwan Sabri, hadir langsung memantau aktivitas pelabuhan. Kehadirannya bukan sekadar peninjauan, tetapi juga memastikan setiap warga yang mudik mendapatkan pelayanan yang layak dan rasa aman selama perjalanan.
Peninjauan dilakukan bertepatan dengan sandarnya KM Lambelu yang tiba sekitar pukul 22.00 WITA. Data menunjukkan sebanyak 996 penumpang turun di Nunukan, sementara 1.600 penumpang naik, serta 1.238 penumpang lainnya melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.
Didampingi sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait, Bupati menyusuri area pelabuhan, memperhatikan alur penumpang, kesiapan petugas, hingga kondisi fasilitas yang tersedia. Ia juga sempat menyapa beberapa penumpang yang tengah menunggu keberangkatan.
“Momentum mudik ini adalah momen penting bagi masyarakat. Kami ingin memastikan semua berjalan dengan baik, aman, dan masyarakat merasa nyaman,” ujar Irwan.
Tak hanya di area pelabuhan, Bupati juga naik ke dalam kapal untuk melihat langsung fasilitas yang disediakan bagi penumpang. Mulai dari ruang informasi yang dilengkapi CCTV, musholla, hingga fasilitas pendukung lainnya menjadi perhatian.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting, terutama di bulan Ramadan, agar penumpang tetap bisa beristirahat dan menjalankan ibadah dengan tenang selama perjalanan laut.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Nunukan terus memperkuat koordinasi dengan pihak pelabuhan, PT PELNI, dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran arus penumpang serta menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan.
Petugas terlihat sigap mengatur arus penumpang di tengah padatnya aktivitas. Masyarakat pun diimbau untuk datang lebih awal agar proses keberangkatan berjalan lancar, serta menjaga barang bawaan masing-masing.
Bagi banyak warga, mudik adalah perjalanan yang penuh makna—tentang rindu yang ingin dituntaskan dan kebersamaan yang dinanti.
“Harapan kami, seluruh masyarakat bisa sampai dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman,” tutur Irwan.
Peninjauan ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam kebijakan, tetapi juga di tengah masyarakat, memastikan setiap langkah menuju rumah dipenuhi rasa aman dan kepedulian. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan