Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 09:26 WIB

Remaja Masjid Disebut Pagar Sosial, DPRD Kaltara Dorong Kolaborasi Nyata

Author

Peran remaja masjid sebagai garda terdepan pembinaan moral generasi muda mengemuka dalam dialog yang menghadirkan mahasiswa dan pemuda masjid di Café Celebes2, Senin (16/02/2026). (ml)

KALTARA  – Peran remaja masjid sebagai garda terdepan pembinaan moral generasi muda mengemuka dalam dialog yang menghadirkan mahasiswa dan pemuda masjid di Café Celebes2, Senin (16/02/2026). Forum tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi sosial antara pemerintah dan komunitas kepemudaan di Kalimantan Utara.


Anggota DPRD Kalimantan Utara yang juga Wakil Ketua Komisi IV, Syamsuddin Arfah, menilai remaja masjid memiliki posisi strategis sebagai “pagar sosial” di tengah dinamika ekonomi dan sosial yang terus berkembang.


Menurutnya, keberadaan remaja masjid bukan hanya sebatas mengelola kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi benteng pembinaan karakter generasi muda. “Remaja masjid adalah bagian penting dalam menjaga moral dan stabilitas sosial daerah. Mereka harus diperkuat, bukan dibiarkan berjalan sendiri,” tegasnya.


Dalam dialog tersebut, ditekankan bahwa pemerintah tidak boleh abai terhadap kegiatan-kegiatan positif yang dijalankan pemuda masjid. Dukungan konkret, kata Syamsuddin, dapat diwujudkan melalui fasilitasi hibah, bantuan sarana prasarana, hingga program pembinaan berkelanjutan.


Ia menambahkan, kegiatan pengajian, kajian keislaman, serta aktivitas sosial kemasyarakatan merupakan ruang efektif membentuk karakter generasi muda agar tetap berada di jalur yang produktif dan positif. Pembinaan yang konsisten dinilai mampu mencegah pengaruh negatif yang kerap menyasar kalangan remaja.


“Kolaborasi ini bukan semata soal anggaran. Yang lebih penting adalah perhatian dan keberpihakan terhadap pembangunan moral dan sosial masyarakat,” ujarnya.


Syamsuddin juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari tekanan ekonomi hingga arus informasi digital yang tidak terbendung. Dalam konteks tersebut, peran remaja masjid menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif.


Dialog yang berlangsung interaktif itu diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas kepemudaan. Dengan kolaborasi yang terbangun, diharapkan lahir program-program pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.


Melalui sinergi tersebut, pembangunan generasi muda di Kalimantan Utara diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai moral dan sosial sebagai fondasi masa depan daerah. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU