Minggu, 12 OKTOBER 2025 • 07:37 WIB

Bupati dan Istri Ikuti Tradisi Bapupur Tidung di Pawai Budaya HUT ke-26 Kabupaten Nunukan

Author

Bapupur, Tradisi suku tidung sebelum pernikahan, dipertunjukan di Pawai Budaya HUT ke 26 Kabupaten Nunukan (ist)

Kaltara – Tradisi Bapupur Tidung, sebuah ritual adat yang kaya makna, ditampilkan oleh para murid SDN 01 Nunukan pada Pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nunukan ke-26 tahun 2025, Sabtu (11/10/2025).

Penampilan tradisi kearifan local ini mampu memukau Bupati Nunukan, H . Irwan Sabri dan para pejabat, tamu, dan undangan yang hadir.

Tradisi Bapupur Tidung, yaitu mengoleskan bedak dingin di sekujur tubuh calon mempelai sebelum akad nikah, ditampilkan dengan apik oleh para siswa.

Tradisi ini biasanya dilakukan pada malam hari sebelum pernikahan, dan bedak dingin dibuat dari campuran tepung beras, tepung sagu, dan air. Bepupur juga merupakan simbol kebersamaan dan identitas budaya suku Tidung, dengan makna filosofis yang mendalam untuk mempersiapkan pasangan menyambut kehidupan rumah tangga. 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian budaya lokal. Bupati Nunukan H. Irwan Sabri bersama istri, Andi Anissa Muthia, dan istri dari Wakil Bupati Nunukan Susanti, turut serta memberikan bapupur kepada para siswa.

Melihat kearifan lokal yang ditampilkan baik seni musik dan tarian hingga pakain adat daerah Nusantara, salah satunya tradisi bapupur dari suku Tidung, dan ada tarian reog dari jawa. Irwan  mengatakan sebuah budaya telah dilestarikan.

Buoati Nunukan, H. Irwan sabri.

“Saya melihat masyarakatnya di Kabupaten Nunukan juga sudah melakukan aksi seperti yang terakhir kita lihat tadi,  ada tari reog, dan banyak macam yang dipertontonkan pada sore hari ini. Tentunya saya berharap budaya-budaya seperti ini harus kita jaga di Kabupaten Nunukan ini sehingga bisa dirasakan oleh anak cucu kita ke depan”, harapnya.

“Dan saya yakin dengan usia yang ke-26 Kabupaten Nunukan tahun 2025 ini tentunya saya berharap semoga Kabupaten Nunukan dibawah kepemimpinan saya, mudah-mudahan masyarakatnya semakin maju dan sejahtera”, tambahnya.

Pawai Budaya semakin semarak para peserta dengan mengenakan pakain adat daerah nusantara dan Kalimantan Utara khususnya, para peserta pawai yang berjumlah 96 regu dari berbagai kalangan, terdiri dari 27 peserta dari sekolah dasar (SD), 12 dari sekolah menengah pertama (SMP), 11 dari sekolah menengah atas (SMA), dan 46 kelompok dari masyarakat umum yang meliputi komunitas, organisasi, serta instansi pemerintahan dan swasta, terlihat antusias dan penuh kekompakan.

Walau mereka harus berjalan kaki kurang lebih 3 Km, di bawah panasnya terik matahari,  keberagaman mereka membuat semangat memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Nunukan yang ke 26 tahun dapat berjalan aman dan tertib.

“Alhamdulillah, kita melihat bagaimana semangatnya para peserta luar biasa dengan segala macam kondisi yang ada. Mereka mengikuti dengan antusias, cuaca panas tidak menjadi halangan. Tapi mudah-mudahan ini menjadi semangat kebersamaan untuk membangun Nunukan lebih maju”, ujar wakil ketua DPRD Nunukan, Arpiah.

Disela-sela menyaksikan langsung semaraknya pawai budaya tersebut, Arpiah juga melihat nuansa adat yang dibawakan para peserta sangat beragam mencerminkan persatuan.

“Dengan nuansa adat ini memberi semangat bagi kita bahwa di Nunukan ini kita sangat beragam. Berbagai macam suku yang ada, berbagai macam kebudayaan, namun dengan begitu tidak membuat kita terpecah. Justru semakin erat, sehingga dengan kebersamaan itu semakin kuat kita”, tuturnya.

Pawai budaya ini mengusung tema “Merajut Hubungan Harmoni melalui Interaksi Budaya untuk Energi Maju Nunukan Maju.” Kegiatan akan dimulai dari Pelabuhan Tunon Taka, melintasi sejumlah jalan utama yaitu Jalan Tien Soeharto, Jalan Pattimura, Jalan A. Yani (Alun-Alun), Jalan Yos Sudarso, dan berakhir di Jalan Bahari Tanah Merah dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer.

Pawai budaya ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan dan melestarikan keberagaman budaya yang ada di Nunukan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar warga dari berbagai wilayah di Nunukan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU