KALTARA – Kabupaten Nunukan dan wilayah Sebatik mengalami rentetan peristiwa kebakaran dalam empat hari berturut-turut. Sejak Jumat (29/5/2026) hingga Senin (1/6/2026), sedikitnya empat kejadian kebakaran terjadi di lokasi berbeda dengan penyebab yang beragam.
Meski tidak menelan korban jiwa, rangkaian musibah tersebut menimbulkan kerugian material dan mengundang perhatian masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran di lingkungan tempat tinggal maupun usaha.
Kebakaran pertama terjadi di Kampung Pukat, Jalan Hasanuddin RT 11, Kelurahan Nunukan Utara. Sebuah rumah warga nyaris dilalap api setelah terjadi kebocoran tabung gas yang memicu kobaran api di dalam bangunan.
Kesigapan pemilik rumah menjadi faktor utama yang mencegah kebakaran lebih besar. Tabung gas yang bocor segera dibawa keluar rumah sehingga api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bagian bangunan lainnya.
Baca juga: Dari Abu Kebakaran, Harapan Santri Ar-Rohimin Dihidupkan Lewat Donasi
Sehari berselang, api kembali mengamuk di sebuah gudang penyimpanan kardus dan plastik di kawasan Pangkalan Posal, Jalan Manunggal Bakti RT 12, Nunukan. Material yang mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat membesar dan menghasilkan kepulan asap yang terlihat dari berbagai penjuru kota.
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan delapan unit armada untuk mengatasi kebakaran tersebut. Meski berhasil mencegah api meluas ke permukiman warga, gudang beserta seluruh isinya tidak dapat diselamatkan.
Insiden ketiga terjadi pada Senin pagi (1/6/2026) di Jalan Dewi Sartika RT 08 Sei Lancang, Kelurahan Nunukan Selatan. Sebuah rumah sarang burung walet milik warga terbakar setelah diduga mengalami korsleting listrik.
Warga sekitar sempat mendengar suara ledakan sebelum api muncul dari dalam bangunan. Beruntung, petugas Damkar bergerak cepat sehingga api tidak menjalar ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Nunukan, Gudang Kardus dan Plastik Hangus Dalam Hitungan Menit
Belum genap sehari, kebakaran kembali terjadi di Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara. Rumah milik Kepala Desa Lapri, Samsurijal, mengalami kebakaran pada bagian dapur.
Peristiwa itu diduga bermula saat kotak telur yang dibakar di atas kompor untuk mengusir nyamuk ditinggalkan dalam keadaan masih menyala. Api kemudian merambat ke bagian atap dapur dan memicu kebakaran.
Beruntung, warga sekitar bersama petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kobaran api sebelum meluas ke seluruh bangunan rumah.
Kepala Seksi Bantuan Penyelamatan dan Evakuasi (Rescue) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Aris Pratama Sanmigo, menilai sebagian besar kejadian kebakaran yang terjadi masih dipengaruhi faktor kelalaian manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan