Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 14 MEI 2026 • 15:13 WIB

Batik “LaNuka” Karya Warga Binaan Lapas Nunukan Jadi Simbol Kreativitas dan Budaya Lokal

Batik “LaNuka” Karya Warga Binaan Lapas Nunukan Jadi Simbol Kreativitas dan Budaya LokalBatik khas Nunukan karya warga binaan dipersiapkan menjadi identitas budaya daerah. (hms)

KALTARA – Lapas Nunukan terus menunjukkan komitmennya dalam membina kreativitas warga binaan melalui program kemandirian yang produktif dan bernilai budaya. Salah satu hasilnya adalah lahirnya motif batik khas Nunukan bertajuk “LaNuka” yang merupakan karya asli warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Batik tersebut dikembangkan melalui kegiatan kerja membatik yang rutin dilaksanakan di lingkungan Lapas Nunukan sebagai bagian dari pembinaan keterampilan dan penguatan sumber daya manusia warga binaan.

Menariknya, motif batik LaNuka tidak hanya menghadirkan unsur budaya lokal Nunukan, tetapi juga memadukan ciri khas identitas Lapas Nunukan dalam desainnya.

Batik “LaNuka” Karya Warga Binaan Lapas Nunukan Jadi Simbol Kreativitas dan Budaya LokalPegawai Lapas Nunukan menunjukkan hasil karya batik khas daerah produksi LaNuka. (hms)

Kepala Lapas Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan proses pembuatan motif dilakukan dengan menggali sejarah dan keberagaman budaya yang ada di Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, pihak lapas berupaya menelusuri akar budaya dan suku asli Kalimantan yang hidup di wilayah Nunukan untuk dijadikan inspirasi dalam menciptakan motif batik khas daerah.

“Kami ingin menciptakan batik yang benar-benar memiliki identitas Nunukan dan menjadi kebanggaan bersama,” ujar Donny, Rabu (13/5).

Ia menyebut hasil karya warga binaan tersebut telah mendapat apresiasi luas, bahkan pernah digunakan oleh jajaran pimpinan tinggi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan pejabat lainnya.

Hal itu, lanjutnya, menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya dan meningkatkan kreativitas selama menjalani masa pembinaan.

“Kami bangga karena karya warga binaan mampu menunjukkan kualitas yang baik dan mendapat pengakuan,” katanya.

Donny menambahkan, Lapas Nunukan berencana mematenkan motif batik produksi warga binaan sebagai identitas khas yang tidak dimiliki daerah lain.

Selain sebagai sarana pelatihan keterampilan, kegiatan membatik juga diharapkan menjadi bekal usaha bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Kegiatan ini memberikan life skill yang bermanfaat, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas warga binaan,” jelasnya.

Ia berharap program pembinaan seperti membatik dapat terus berkembang dan menjadi media positif untuk melestarikan budaya lokal sekaligus membangun citra pembinaan pemasyarakatan yang produktif dan humanis.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Batik “LaNuka” Karya Warga Binaan Lapas Nunukan Jadi Simbol Kreativitas dan Budaya Lokal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!