KALTARA – Polda Kalimantan Utara bersama Universitas Borneo Tarakan (UBT) menginisiasi pembentukan Pusat Studi Kepolisian sebagai wadah kolaborasi akademik dan institusi keamanan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di wilayah perbatasan.
Inisiatif tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Selasa (23/6/2026) dan dihadiri unsur kepolisian, akademisi, dunia usaha, serta instansi terkait.
Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa keamanan modern membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui dukungan riset, analisis data, dan kajian ilmiah. Menurutnya, potensi gangguan keamanan saat ini banyak dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, ketenagakerjaan, migrasi, hingga perkembangan teknologi informasi.
Kalimantan Utara sebagai daerah perbatasan dan kawasan yang tengah berkembang pesat melalui investasi industri dinilai memerlukan pemetaan risiko yang lebih akurat agar berbagai potensi konflik dapat dicegah sejak dini.
Melalui Pusat Studi Kepolisian, hasil penelitian dari kalangan akademisi diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi strategis bagi kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
Forum tersebut juga membahas sejumlah isu penting seperti dampak pembangunan industri terhadap kondisi sosial masyarakat, tantangan ketenagakerjaan, kerawanan ekonomi, hingga ancaman kejahatan siber yang semakin meningkat.
Kolaborasi antara Polda Kaltara dan UBT ini menjadi langkah nyata dalam membangun sistem keamanan berbasis ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan