Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 27 JUNI 2026 • 15:39 WIB

Kasus Remaja Kecanduan Game di Nunukan Jadi Alarm, Pemda Perkuat Edukasi dan Pengawasan

Kasus Remaja Kecanduan Game di Nunukan Jadi Alarm, Pemda Perkuat Edukasi dan PengawasanPendampingan Dinsos P3A pada Remaja Kecanduan Game Online (ist)

KALTARA  – Kasus kecanduan game online yang menimpa seorang remaja berinisial AS di Kabupaten Nunukan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Peristiwa ini dinilai sebagai peringatan penting bagi keluarga dan masyarakat terhadap dampak penggunaan teknologi tanpa pengawasan.

AS saat ini menjalani rehabilitasi medis di Tarakan setelah sebelumnya mengalami gangguan fisik, mental, dan sosial akibat kebiasaan bermain game online secara berlebihan.

Pekerja Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Nunukan, Ibrani, mengatakan kasus tersebut menunjukkan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak di era digital.

“Penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat berdampak serius. Orang tua perlu hadir, mengawasi, dan membangun komunikasi yang baik dengan anak,” ujarnya.

Kasus AS bermula dari laporan keluarga pada 2024, ketika remaja tersebut mengurung diri di dalam kamar selama beberapa hari. Saat dilakukan penanganan, petugas menemukan kondisi kamar yang tidak layak serta perilaku AS yang menunjukkan gangguan emosional.

Setelah melalui pemeriksaan medis di Poli Jiwa RSUD Nunukan, AS direkomendasikan menjalani rehabilitasi untuk memulihkan kondisi psikologisnya.

Pemerintah daerah melalui Dinsos P3A kini tidak hanya fokus pada penanganan individu, tetapi juga mendorong upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.

Langkah tersebut antara lain melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar dalam memberikan pemahaman tentang penggunaan teknologi secara sehat dan seimbang.

Selain itu, rehabilitasi lanjutan bagi AS juga akan mencakup pendampingan psikologis serta program rehabilitasi sosial yang dikoordinasikan bersama Sentra Kementerian Sosial RI.

Ibrani menegaskan bahwa kasus ini merupakan yang pertama dilaporkan secara resmi di Kabupaten Nunukan, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

“Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Pencegahan harus dilakukan bersama, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga keluarga dan masyarakat,” katanya.

Pemerintah berharap, melalui edukasi yang berkelanjutan, anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif tanpa mengorbankan kesehatan fisik maupun mental mereka. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kasus Remaja Kecanduan Game di Nunukan Jadi Alarm, Pemda Perkuat Edukasi dan Pengawasan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!