Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 05 SEPTEMBER 2025 • 16:42 WIB

Doa untuk Indonesia yang Damai dari Masyarakat Perbatasan

Doa untuk Indonesia yang Damai dari Masyarakat PerbatasanJumat (5/9/2025) pagi, saat seluruh elemen masyarakat berkumpul dalam kegiatan Doa Bersama yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan. (ist)

KALTARA – Suasana penuh khidmat menyelimuti Alun-Alun Kota Nunukan, Jumat (5/9/2025) pagi, saat seluruh elemen masyarakat berkumpul dalam kegiatan Doa Bersama yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan harapan akan kedamaian dari wilayah perbatasan Indonesia.

Dengan mengusung tema “Doa Bersama dari Perbatasan untuk Indonesia”, kegiatan ini menghadirkan perwakilan dari lima agama yang ada di Nunukan.

Mereka secara bergantian memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan keutuhan negara. Doa-doa tersebut dipimpin oleh Jhonson (Buddha), I Made Rima (Hindu), Kornelis (Katolik), Pendeta Mika (Kristen), dan Ustaz Zakaria (Islam).

Warga dari berbagai kalangan turut hadir dari unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, ASN, hingga pelajar dan mahasiswa, mereka duduk berdampingan dalam satu barisan, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.

Dalam sambutannya,  Komandan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) Primayantha Maulana Malik, S.T., M.Tr.Opsla.,  mengaku terkesan dengan suasana damai dan harmonis yang dirasakannya selama bertugas di Nunukan.

“Selama di sini, saya menyaksikan sendiri bahwa kedamaian, ketenteraman, dan persatuan bangsa benar-benar terasa di Kabupaten Nunukan. Masyarakatnya sadar bahwa nilai-nilai persatuan dan kedamaian sangat penting. Dan itu semua berakar dari iman dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai agama bukan hanya menjadi pondasi spiritual, tetapi juga melahirkan pribadi-pribadi yang beradab, berakhlak, dan adil.

“Tanpa iman dan ketakwaan, persatuan itu hanya akan menjadi wacana. Tapi dengan landasan keimanan, kita bisa melahirkan manusia yang punya rasa kemanusiaan dan tanggung jawab terhadap sesama,” tambahnya.

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, turut memberikan pesan kuat dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam bingkai keberagaman, terutama sebagai daerah yang berada di wilayah perbatasan.

“Sebagai daerah perbatasan yang penuh keberagaman, kegiatan doa bersama ini adalah kekuatan kita untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta meneguhkan persatuan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghadirkan pesan damai dari Nunukan untuk Indonesia.

“Dari perbatasan ini, kita kirimkan pesan damai. Masyarakat Nunukan cinta kedamaian dan siap menjaga keutuhan NKRI dari segala bentuk perpecahan,” lanjutnya.

Bupati Irwan juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi strategis bersama Forkopimda untuk menjaga kondusivitas daerah. Ia menekankan bahwa setiap potensi provokasi maupun kerawanan sosial harus diantisipasi secara bijak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Doa untuk Indonesia yang Damai dari Masyarakat Perbatasan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!