Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 06 JULI 2025 • 23:11 WIB

Anjat Kerajian Anyaman dari Para Lansia di Kabupaten Malinau

Anjat Kerajian Anyaman dari Para Lansia di Kabupaten MalinauKerajinan Anjat tas Khas Dayak dari anyaman rotan (Anwar)

KALTARA - Di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, tepatnya di Desa Punan Gong Solok, terdapat sekelompok orang tua atau lanjut usia (Lansia) yang melestarikan kerajinan  anyaman dari rotan. Mereka akan berkumpul disalah satu rumah warga atau balai desa disaat waktu senggang untuk membuat kerajinan kedabang, topi dan seraung serta anjat atau tas khas suku Dayak.

Kerajinan yang sering dibuat dari rotan mula-mula mereka raut dan kemudian menjadi beberapa helai tipis, dibelah secara perlahan agar merata dan tidak putus. Kemudian rotan yang sudah diraut halus lalu dianyam, tahapan pengayaman ini biasanya dilakukan oleh para wanita atau ibu-ibu.

Karena sudah terbiasa dan mewariskan ilmu dari para orang tua terdahulu, jari jemari mereka terlihat cekatan saat menganyam.  

Dan ketelitian hingga kerajinan seperti tas atau anjat terlihat rapi dan cantik. Kegiatan ini menganyam ini mereka lakukan  diwaktu senggang juga karena para lansia tidak lagi bisa keladan untuk bertani, sehingga memanfaatkan keahlian yang mereka miliki agar kerajinan anyaman rotan ini tetap lestari.

“Sebagai orang tua yang lanjut usia, inilah kerja kami membuat anjat, saung dan keranjang, karena kami tidak bisa lagi kerja di kebun dan di ladang, jadi inilah juga usaha kami”, ungkap seorang pengrajin bernama ibu Bendungao.

Anjat Kerajian Anyaman dari Para Lansia di Kabupaten MalinauKerajinan anyaman rotan (Anwar)

Senada dengan ibu Bendungao, Kepala Kepala Desa Punan Gong Solok, yonathan juga mengatakan, kegiatan yang dilakukan mayoritas para orang tua yang telah lansia saat ini lebih banyak membuat kerajinan secara berkelompok maupun sendiri-sendiri di rumah masing-masing.

“Mayoritas orang tua kami yang sudah tidak bisa beraktivitas di kebun maupun di ladang pertanian, mereka hanya melakukan aktivitas di rumah , yaitu sebagai pengrajin rotan, membuat anjat dan kedabang, dan produk yang dihasilkan dari rotan itu  sendiri”, ujar Kades, Sabtu (05/07/2025).

Baca juga: Petugas dan Warga Binaan Lapas Nunukan Ikut Aksi Peduli Penanganan Sampah Plastik di Pesisir Momolo

Sementara itu untuk menunjang dan mendukung  produktivitas pengrajin seperti ibu Bendungao  dan para lansia lansia lainya,  pemerintah desa Punan Gong Solok telah memberikan perhatian salah satunya dengan  pengadaan alat anyam rotan.

“Pemerintah Desa mendukung para orang tua ini untuk terus melestarikan kerajinan mereka dengan diberikan bantuan alat raut rotan, sehingga dengan alat bantu ini ke depan dapat meningkatkan produktivitas kerajinan tangan para orang tua kami”, tuturnya.

Anjat Kerajian Anyaman dari Para Lansia di Kabupaten MalinauAnyaman dari plastik (Anwar)

Selain mengolah kerajinan dari rotan, mereka juga membuat dari tali plastik berbagai jenis keranjang dan tas.

Anjat Kerajian Anyaman dari Para Lansia di Kabupaten MalinauAneka kerajinan, seraung, anjat, keranjang, topi. (Anwar)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Anwar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Anjat Kerajian Anyaman dari Para Lansia di Kabupaten Malinau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!