KALTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus memperkuat ekosistem pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi produk, hingga penguatan fasilitas pendukung. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan menggelar Pelatihan Kemasan Ramah Lingkungan di Rumah Kemasan, Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Senin (27/7).
Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kaltara tersebut merupakan kolaborasi bersama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), serta Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJI-KB) Yogyakarta.
Kegiatan ini bertujuan membekali pelaku IKM dengan kemampuan merancang kemasan yang menarik, berkualitas, sekaligus menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan. Inovasi kemasan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas pangsa pasar.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengatakan persaingan usaha saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas isi produk, tetapi juga tampilan luar yang mampu memberikan kesan pertama kepada konsumen.
"Kemasan sangat menentukan di pasar. Produk yang dikemas dengan baik akan lebih menarik perhatian konsumen dan meningkatkan minat untuk membeli. Karena itu, pemahaman seperti ini harus terus kita berikan kepada pelaku UMKM," kata Denny.
Menurutnya, Rumah Kemasan yang telah dibangun Pemprov Kaltara harus menjadi pusat inovasi bagi pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas kemasan sekaligus memperkuat identitas produk khas daerah.
Ia berharap fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat produksi kemasan, tetapi juga menjadi ruang belajar, konsultasi, dan pengembangan kreativitas bagi para pelaku IKM.
"Rumah Kemasan adalah modal penting yang harus kita manfaatkan secara maksimal. Melalui fasilitas ini, pelaku usaha dapat belajar menghasilkan kemasan yang memiliki daya saing sehingga produk lokal mampu naik kelas," ujarnya.
Selain penguatan desain kemasan, Pemprov Kaltara juga tengah menyiapkan langkah lanjutan dengan mengusulkan pembangunan Balai Sertifikasi kepada Kementerian UMKM. Keberadaan balai tersebut diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha memperoleh sertifikasi produk secara lebih cepat dan efisien.
Denny menegaskan sertifikasi merupakan salah satu syarat penting agar produk UMKM dapat menembus pasar modern maupun pasar yang lebih luas.
"Jika produk UMKM ingin dipasarkan lebih luas, sertifikasi menjadi salah satu syarat utama. Karena itu kami berencana mengusulkan pembangunan Balai Sertifikasi ke pemerintah pusat agar kebutuhan tersebut dapat difasilitasi di Kaltara," tegasnya.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Pemprov Kaltara optimistis pelaku IKM di daerah mampu menghasilkan produk yang lebih kompetitif, memiliki identitas yang kuat melalui kemasan berkualitas, serta mampu bersaing di tingkat nasional dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: DKISP Kaltara