Kamis, 28 MEI 2026 • 16:01 WIB

Polri dan Penyuluh Pertanian Bersinergi Jaga Ketahanan Pangan di Sebatik Barat

Author

Personel Polsek Sebatik Barat bersama penyuluh pertanian melakukan pengecekan kondisi tanaman jagung pada lahan ketahanan pangan di Desa Binalawan. (hms)

KALTARA  – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran Polsek Sebatik Barat melalui kegiatan monitoring lahan pertanian jagung di Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani.

Monitoring dilaksanakan di lahan jagung seluas kurang lebih 0,5 hektare yang berlokasi di Jalan Kampung Tellang RT 05, Desa Binalawan. Kegiatan tersebut melibatkan Koordinator Penyuluh Pertanian Wilker Sebatik Barat, Sri Wahyuni, S.Pt., M.Ap., Bhabinkamtibmas Desa Binalawan Brigpol Wahyu R, dan staf PPL Sebatik Barat Ardiana.

Baca juga: Gubernur Zainal Jadikan Open House Iduladha Sebagai Wadah Mempererat Persaudaraan

Dalam pengecekan lapangan, petugas menemukan tanaman jagung pada masa tanam pertama mengalami pertumbuhan yang tidak optimal akibat kondisi cuaca yang kering. Sejumlah tanaman terlihat layu dan mengering karena kurangnya pasokan air, sehingga berpotensi memengaruhi hasil panen.

Selain dampak kekeringan, tim monitoring juga menemukan adanya serangan hama ulat pada tanaman jagung yang ditanam pada periode berikutnya. Serangan hama tersebut telah mengenai sebagian tanaman dan memerlukan langkah pengendalian agar tidak menyebar lebih luas.

Koordinasi langsung dilakukan antara petugas lapangan dan penyuluh pertanian untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Dalam waktu dekat, Dinas Pertanian Kabupaten direncanakan turun ke lokasi guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan rekomendasi teknis kepada petani.

Kapolsek Sebatik Barat, IPTU Erikson Ricardo Marpaung, S.H., mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan.

“Pendampingan dan monitoring rutin penting dilakukan agar setiap kendala yang dihadapi petani dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti bersama. Harapannya, produktivitas lahan tetap terjaga dan program ketahanan pangan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian, penyuluh pertanian, dan instansi terkait menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Sebatik Barat.

Lahan yang dimonitor menggunakan bibit jagung hibrida merek Hebat jenis ASA yang ditanam dalam program ketahanan pangan Kuartal I Tahun Anggaran 2026. Meski menghadapi tantangan cuaca dan serangan hama, upaya pendampingan dan pengawasan terus dilakukan untuk meminimalkan dampak kerugian bagi petani.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Sebatik Barat berharap sektor pertanian di wilayah binaannya tetap berkembang dan mampu memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan masyarakat.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU