Kamis, 16 APRIL 2026 • 10:25 WIB

PHM Gelar Operasi Kemanusiaan, Selamatkan Tujuh Nelayan Terombang-ambing di Selat Makassar

Author

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mengevakuasi tujuh nelayan yang terombang-ambing di perairan Selat Makassar selama dua hari akibat kerusakan mesin kapal. (hms)

KALTARA – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melaksanakan operasi kemanusiaan dengan mengevakuasi tujuh nelayan yang terombang-ambing di perairan Selat Makassar selama dua hari akibat kerusakan mesin kapal. Proses penyelamatan dilakukan pada Kamis, 9 April 2026 di wilayah sekitar dua mil dari pesisir Kampung Muara Keili, Desa Tani Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kapal yang ditumpangi para nelayan tersebut mengalami kerusakan mesin saat berada di perairan GTS-Q dalam perjalanan dari Samarinda menuju Sepatin. Kondisi itu menyebabkan kapal tidak dapat beroperasi dan hanyut di tengah laut.

Selama dua hari, para nelayan berupaya mencari sinyal komunikasi untuk meminta pertolongan, namun tidak berhasil. Informasi keberadaan mereka baru diterima oleh tim patroli keamanan PHM yang tengah bertugas pada malam hari sekitar pukul 19.00 WITA.

Mengetahui kondisi darurat tersebut, PHM segera melakukan koordinasi dengan unit Maritim dan Marine untuk melaksanakan pencarian. Meski lokasi berada di luar area patroli rutin, perusahaan memberikan izin operasi dengan pertimbangan kemanusiaan.

Pencarian dilakukan menggunakan kapal patroli Ruhen 27 dengan menyisir area sekitar dua kilometer persegi. Setelah sekitar satu jam penyisiran, kapal nelayan akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi terapung dan tidak dapat bergerak.

Tim kemudian segera mengevakuasi seluruh nelayan dan menarik kapal menuju Kampung Muara Ilo untuk mendapatkan tempat yang lebih aman serta penanganan lanjutan.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat tim di lapangan sehingga seluruh nelayan dapat diselamatkan.

“Alhamdulillah, tujuh nelayan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat meskipun sempat terombang-ambing di laut dengan persediaan yang terbatas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa PHM selalu mengedepankan aspek keselamatan sebagai nilai utama dalam setiap aktivitas, baik operasional maupun tanggung jawab sosial perusahaan.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Keberhasilan ini mencerminkan kesiapsiagaan dan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat,” tambahnya.

PHM merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Zona 8 yang mengelola Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur, dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mendukung keberlanjutan produksi energi nasional.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU