KALTARA – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah perairan Nunukan, Rabu (18/02/2026) siang. Gelombang tinggi dan angin kencang menyebabkan tiga perahu karam di sekitar kawasan pelabuhan.
Insiden pertama terjadi di jalur perairan depan Pelabuhan Lintas Batas Laut Liem Hie Djung. Perahu bermuatan rumput laut dan kayu pancang tak mampu bertahan dari terjangan ombak. Dua awak perahu selamat setelah bertahan di badan perahu yang masih mengapung sebelum mendapat pertolongan warga dan aparat.
Di lokasi lain, perahu pengangkut BBM yang memuat sekitar 30 drum juga karam setelah kemasukan air akibat hempasan gelombang besar di perairan Yamaker. Muatan BBM berhasil diamankan untuk menghindari risiko pencemaran dan bahaya kebakaran.
Sementara itu, di perairan depan Pelabuhan Aji Putri, satu perahu bermuatan rumput laut mengalami karam ringan. Posisi perahu yang berada di perairan dangkal membuat dampaknya tidak terlalu signifikan.
Alexander Bunga selaku Kepala Seksi Operasional Pelayanan Pelabuhan UPT PLBL Liem Hie Djung Nunukan menjelaskan bahwa penanganan cepat dilakukan oleh pihak Syahbandar bersama unsur terkait.
“Kondisi sudah terkendali. Perahu tidak mengganggu jalur pelayaran dan aktivitas tetap berjalan normal,” jelasnya.
Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun masyarakat diminta lebih berhati-hati saat melaut, mengingat kondisi cuaca di wilayah perairan perbatasan Kalimantan Utara masih berpotensi ekstrem dalam beberapa waktu ke depan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan