KALTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menargetkan perluasan jaringan listrik pada 2026 setelah sukses menyalurkan 1.878 sambungan listrik gratis kepada warga prasejahtera pada 2025.
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, menjelaskan bantuan tersebut berasal dari sinergi APBD dan APBN melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta PT PLN (Persero).
Sebanyak 271 rumah dibiayai melalui APBD Kaltara, sedangkan 1.516 rumah lainnya melalui APBN.
Distribusi bantuan mencakup lima kabupaten/kota di Kaltara, dengan Malinau menjadi daerah penerima terbanyak dari program pusat.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah rumah yang belum bisa teraliri listrik karena belum tersedianya jaringan dan tiang listrik.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov akan memperkuat koordinasi dengan PLN guna membangun infrastruktur dasar di wilayah terpencil.
Yosua menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang serta Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati Zainal atas dukungan terhadap program ini.
Ia berharap bantuan listrik gratis mampu menjadi pendorong peningkatan taraf hidup dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kalimantan Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan