PHI Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesehatan dan Pendidikan Anak di Kalimantan (hms)
KALTARA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup anak melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) di wilayah operasional Kalimantan. Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, perusahaan menegaskan bahwa kesehatan dan pendidikan anak menjadi dua fokus utama dalam pelaksanaan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM).
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan investasi terhadap kesehatan ibu dan anak merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.
"Kami percaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak merupakan faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan masa depan bangsa yang lebih baik. Karena itu, PHI terus menghadirkan program yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasi," ujar Dony, Kamis (23/7/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang dijalankan anak perusahaan PHI di sejumlah daerah di Kalimantan.
Di Kota Tarakan, PT Pertamina EP Tarakan mengembangkan Program Beras Kuning (Bersama Masyarakat Kurangi Risiko Stunting) yang telah berjalan sejak 2021 di Kelurahan Selumit Pantai. Program ini berfokus pada peningkatan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita melalui pemberian makanan tambahan, penguatan layanan posyandu, edukasi gizi, serta pendampingan keluarga berisiko stunting.
Program tersebut juga melahirkan inovasi pemberdayaan ekonomi melalui kelompok UMKM Tummy Tumu yang memproduksi makanan pendamping ASI (MPASI) berbahan dasar ikan dan sayuran hasil kreasi masyarakat setempat.
Sementara itu, PT Pertamina EP Sangasanga menjalankan Program Kesehatan Masyarakat Terpadu dan Sejahtera (PROKESMAS PUJA) melalui fasilitas Rumah Bahagia di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.
Program tersebut memberikan layanan pemantauan tumbuh kembang balita, konseling gizi, pemberian makanan tambahan, hingga stimulasi perkembangan anak. Pada tahap awal pelaksanaannya, sebanyak 40 dari 54 balita sasaran berhasil mengalami perbaikan status gizi setelah mendapatkan pendampingan intensif.
Di sektor pendidikan, PT Pertamina Hulu Mahakam mengembangkan Program Sekolah Negeri Terapung di SMP Negeri 6 Anggana, Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program ini meningkatkan akses pendidikan masyarakat pesisir melalui penyediaan listrik tenaga surya, fasilitas belajar, konektivitas internet, peningkatan kapasitas guru, hingga pendidikan berbasis pelestarian lingkungan.
Memasuki tahun keempat, program tersebut diperluas melalui penguatan Profil Pelajar Pancasila, edukasi bahaya narkoba, pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal, serta pendampingan mahasiswa pesisir melalui Beasiswa Mahakam.
Dony menegaskan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan PHI secara berkelanjutan.
"Melalui sinergi bersama pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi ketahanan energi nasional dan Indonesia Emas 2045," tutupnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis