Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 07 APRIL 2026 • 10:32 WIB

Dari Tanah Juwata Permai, Labu Jepang Menjadi Cerita Baru Warga

Dari Tanah Juwata Permai, Labu Jepang Menjadi Cerita Baru WargaBelajar dan Berwisata di Kebun Labu Jepang Tarakan Utara (MA)

KALTARA  – Siapa sangka, dari sebidang lahan sederhana di Kelurahan Juwata Permai, Tarakan Utara, tumbuh bukan hanya tanaman, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat. Kebun labu Jepang milik Kelompok Tani Flora Fauna Mandiri kini perlahan menjadi ruang hidup yang menghadirkan cerita, kebersamaan, dan peluang.

Di bawah pengelolaan Darmawan, kebun ini awalnya hanya ditanami sekitar 200-an pohon labu sebagai bentuk uji coba sekaligus motivasi bagi para petani.

“Memang hanya satu petak saja, tidak terlalu luas. Tapi tujuan kami sederhana, bagaimana teman-teman bisa tetap semangat bertani dan melihat bahwa ini punya potensi,” ujarnya, Minggu (05/04/2026).

Perlahan, kebun tersebut mulai dikenal. Warga datang tidak hanya untuk melihat, tetapi juga merasakan langsung pengalaman memetik labu. Suasana alami yang ditawarkan menjadikannya tempat yang cocok untuk berfoto hingga membuat konten media sosial.

Bagi sebagian orang, ini mungkin hal kecil. Namun bagi kelompok tani, kehadiran pengunjung menjadi tanda bahwa apa yang mereka lakukan memiliki nilai lebih.

“Sekarang sudah ada yang datang untuk wisata petik, foto-foto, bahkan membuat video. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan ke depannya,” kata Darmawan.

Ia pun memiliki harapan agar kebun ini dapat berkembang menjadi wisata tani yang lebih lengkap. Seperti beberapa tahun lalu, kelompok tani ini pernah mengelola berbagai komoditas seperti melon madu, melon golden, hingga semangka.

“Kami ingin kembali menghadirkan beragam tanaman, tidak hanya labu. Tapi tentu saja itu butuh dukungan, terutama dari segi biaya dan perencanaan,” tambahnya.

Dari Tanah Juwata Permai, Labu Jepang Menjadi Cerita Baru WargaAbadikan Momen di kebun labu Jepang. (MA)

Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata, melihat langkah ini sebagai bentuk nyata kekuatan masyarakat dalam membangun daerahnya sendiri.

“Ketika masyarakat sudah mau bergerak, pemerintah harus hadir untuk mendukung. Kelompok tani seperti ini adalah aset penting dalam memberdayakan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat luas untuk ikut meramaikan sekaligus mendukung keberadaan kebun tersebut.

“Mari kita datang, kita dukung. Ini bukan hanya tempat wisata sederhana, tapi juga sarana edukasi dan inspirasi bagi yang lain,” ajaknya.

Kini, kebun labu Jepang itu tak lagi sekadar tempat bercocok tanam. Ia telah menjadi ruang yang mempertemukan harapan, kerja keras, dan kebersamaan—mengingatkan bahwa dari tanah yang sederhana, mimpi besar bisa tumbuh dan berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Tanah Juwata Permai, Labu Jepang Menjadi Cerita Baru Warga

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!