Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 21:43 WIB

Berbagai Etnis di Nunukan Ikuti Festival Kuliner Tradisional

Berbagai Etnis di Nunukan Ikuti Festival Kuliner TradisionalBupati Nunukan, Irwan Sabri Kunjungi stand Festival Kuliner. (ist)

KALTARA – Belasan kerukunan etnis menampilkan ragam kuliner tradisional khas masing-masing daerah dalam festival Kebudayaan Daerah yang digelar di Kabupaten Nunukan, Rabu (15/10/2025), yang juga bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Nunukan.

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri hadir langsung dalam acara tersebut, Ia didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Abdul Halid, Kepala BKPSDM Surai’i, Kepala Distransnaker Masnadi, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Mereka berkeliling mengunjungi stan-stan etnis dan mencicipi makanan serta minuman yang disajikan.

Di stan Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB), pengunjung disuguhkan kue putu mayang, bikang, telur penyu, hingga ikan masak Mandar. Sementara Kerukunan Keluarga Toraja menghadirkan buras, ayam masak liku, cabe kotokon, dan minuman markisa segar.

Kerukunan Bubuhan Banjar (KKBB) tak kalah menarik dengan sajian wadai amparan tatak, wadai surabi, ketupat kandangan, dan laksa, sementara itu, KKSU menampilkan aneka kue tradisional yang ditata menyerupai kue ulang tahun. Ada pula papeda dan kudapan lainnya.

Dari Persatuan Dayak Lundayeh, tersaji makanan khas seperti sayur daun ubi tumbuk, umbut pisang, ikan pindang, bitter, nasi beras hitam, serta Luba Laya, nasi lembek yang dibungkus daun pisang.

Ada kuliner Suku Tidung, seperti sambal Mambaring  dan  lauk Kanon Masin Gami yang pedasnya nagih.

Lembaga Adat Bulungan juga tampil dengan dudul keton, keton puti mengka gimix, dan kenas masin, sementara Keluarga Kutai dari Kalimantan Timur menyajikan nasi kuning lengkap dengan lauk, serta kue bingka kentang dan putri keraton.

Dari Kerukunan Pakuwaja, makanan khas Jawa seperti rujak cingur, ayam lodho, pecel, lumpur lapindo, sawut pelangi, jadah tempe, gathot, thiwul, es cendol, hingga teh uwuh disajikan. Bupati pun sempat mencicipi teh uwuh.

“Segar sekali minum teh uwuh ini,” ujar Bupati sambil tersenyum, disambut tawa para ibu-ibu yang menjaga stan.

Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) menyajikan makanan khas seperti ilui, singkong, ikan kuah kuning, ikan colo-colo, aneka kue tradisional, serta nasi putih lengkap dengan sambal.

Sementara Kerukunan Keluarga NTT membawa jagung bose, nakut tapo, mudu, rumpu dampe, susuwaha, dan wata kenae tana one.

Di stan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) tersedia saraba, singkong goreng, kapurung khas Palopo, lawa khas Bulukumba, serta aneka kue seperti putu mayang, kampol, serabi, talu biawan, hingga mengkanom lintuk. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah Inaul dan Subon Ikan Gala Ancon.

“Inaul ini enak sekali,” ujar Bupati sambil mencicipi kuah Subon Ikan Gala Ancon.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Berbagai Etnis di Nunukan Ikuti Festival Kuliner Tradisional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!