Pelepasan KRI Singa, Dimulainya Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025. (15/7) (KPwBI Kaltara)
KALTARA – Sebagai wujud nyata dari misi Bank Indonesia dalam menyediakan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar hingga ke seluruh pelosok Nusantara, termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T). Bank Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025.
Pelaksanaan Program ERB 2025 sebagai bentuk nyata pelaksanaan amanat Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Sebagai negara kepulauan terbesar dengan tantangan geografis yang kompleks, distribusi uang Rupiah ke seluruh wilayah NKRI tidaklah mudah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia bersinergi dengan TNI Angkatan Laut melalui kegiatan Kas Keliling 3T, yang telah berlangsung sejak 2012 dan berhasil menjangkau 655 pulau hingga tahun 2024.
Pada tahun 2025, kerja sama ini kembali dilanjutkan dengan target 18 ekspedisi di 18 provinsi dan mengunjungi 90 pulau 3T.
Baca juga: Wakil Wali Kota Lepas 21 Kafilah Perwakilan Tarakan ke STQH Kaltara
Kalimantan Utara menjadi lokasi ke-10 pelaksanaan ERB 2025. Seremoni pelepasan ERB dilaksanakan pada Selasa, 15 Juli 2025, di Dermaga Lantamal XIll Tarakan, ditandai dengan pelepasan KRI Singa - 651 yang akan membawa tim ekspedisi mengunjungi lima pulau, yaitu Sebatik,
Derawan, Maratua, Teluk Sulaiman, dan Bunyu. Kegiatan ini melibat kan 15 pegawai Bank Indonesia dan 58 personel TNI AL yang dipimpin oleh Komandan KRI Singa, Letkol Laut (P) Leonardus Deddy.
Rangkaian ke giatan ERB 2025 ini terdiri dari layanan penukaran Uang Layak Edar (ULE) dan Edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah oleh Bank Indonesia, Pasar Murah di Pulau Sebatik sebagai bentuk sinergi dan kerjasama Bank Indonesia bersama TPID Kabupaten Nunukan.
TNI AL juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat melakukan kunjungan ke KRI Singa melalui program Open Ship. Seremoni pelepasan diresmikan oleh Direktur Departemen Pengelolaan Uang (DPU) BI, Bapak Hari Widodo, dan Laksamana Pertama TNI Dr. Ferry Supriady, S.T., M.M., M.Tr.Opsla., CIQaR.
Turut hadir dalam kegiatan ini Gubernur Kalimantan Utara yang diwakilkan Asisten Bidang Administrasi Umum Polymaart Sijabat, S.KM.,M.AP, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kaltara. Polymaart menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kedaulatan negara.
"Wilayah Kaltara sebagai beranda terdepan bangsa sangat strategis, dan kehadiran kegiatan ERB turut memperkuat fungsi negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah," ujarnya. Sementara itu, Komandan Lantamal XI, Laksamana Pertama TNI Dr. Ferry Supriady, S.T.,M.M., M.Tr.Opsla., CIQaR menyatakan bahwa sinergi TNI AL dan Bl adalah bentuk bela negara bersama.
"TNI AL menjaga wilayah dengan pertahanan, sementara Bl menjaga kedaulatan ekonomi dengan Rupiah," pungkasnya. Disisi lain, Hari Widodo selaku Direktur Departemen Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia menjelaskan bahwa ERB merupakah jawaban dari 3 (tiga) tantangan utama Bank Indonesia dalam mengedarkan Rupiah.
Pertama, kondisi geografis NKRI yang memiliki ribuan pulau dengan keterbatasan infrastruktur sehingga mempengaruhi jangkauan Bank Indonesia dalam menyediakan uang kepada masyarakat, termasuk diantaranya untuk kepulauan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Masih banyak daerah-daerah blank spot yang belum dapat dijangkau oleh Bl dan Perbankan dalam pengedaran uang Rupiah. Kedua, keberagaman tingkat pendidikan masyarakat yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memperlakukan uang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan