Jumat, 17 JULI 2026 • 22:57 WIB

Camat Krayan Timur: Angin Kencang Rusak Fasilitas Umum dan Rumah Warga, Pemerintah Bergerak Lakukan Pendataan

Author

Kerusakan Rumah dan Fasilitas Umum Pascacuaca Ekstrem di Krayan Timur (camat)

KALTARA  – Pemerintah Kecamatan Krayan Timur bergerak cepat melakukan pendataan dan penanganan awal pascabencana hujan deras yang disertai angin kencang serta petir yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 16.08 WITA. Bencana mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan rumah warga di Kampung Baru.

Camat Krayan Timur, Marjuni, SE, mengatakan pemerintah kecamatan bersama aparat desa dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan telah meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus menginventarisasi kerusakan yang terjadi.

"Peninjauan kami lakukan sehari setelah kejadian untuk memperoleh data riil di lapangan. Syukur tidak ada korban jiwa, namun kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan dan memerlukan perhatian bersama," kata Marjuni, Jumat (17/7/2026).

Baca juga: BMKG Juwata Tarakan: Hujan Es di Krayan Dipengaruhi Faktor Global, Regional, dan Lokal

Berdasarkan hasil pendataan sementara, bangunan Gereja GKII Kampung Baru menjadi salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan cukup berat. Terjangan angin menyebabkan atap bagian kanan bangunan berukuran sekitar 6 x 8 meter terlepas. Atap toilet gereja juga ikut rusak sehingga air hujan masuk ke dalam bangunan dan membasahi peralatan musik, termasuk organ dan amplifier.

Selain itu, rumah dinas guru yang ditempati Sigar Tadem mengalami kerusakan pada bagian atap kamar mandi, sementara antena parabola roboh akibat kuatnya terpaan angin.

Di sektor pendidikan, bangunan lama SD Negeri Kampung Baru juga mengalami kerusakan pada bagian bubungan atap. Bahkan, perangkat Starlink repeater yang menjadi penunjang akses komunikasi dan internet sekolah dilaporkan terbakar saat cuaca ekstrem berlangsung.

Tidak hanya fasilitas umum, sedikitnya empat rumah warga turut mengalami kerusakan. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah dan kamar mandi yang terlepas akibat terpaan angin. Salah satu rumah bahkan mengalami kerusakan lebih berat setelah atap utama yang terlepas menimpa bagian dapur.

Menurut Marjuni, masyarakat bersama pemerintah desa langsung melakukan penanganan darurat dengan semangat gotong royong. Bagian atap yang membahayakan dibongkar, sementara barang-barang yang masih bisa diselamatkan dipindahkan ke tempat yang aman.

"Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang saling membantu. Penanganan awal dapat dilakukan dengan cepat berkat kebersamaan warga, jemaat gereja, pemerintah desa, dan BPBD," ujarnya.

Baca juga: Hujan Disertai Angin Ribut Terjang Krayan, Rumah Warga, Dua Gereja dan Pos Pamtas Terdampak

Dalam peninjauan tersebut, Camat Krayan Timur didampingi staf kecamatan, Kepala Desa Kampung Baru, serta personel BPBD Kabupaten Nunukan. Pendataan kerusakan masih terus dilakukan sebagai dasar penyusunan laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Marjuni berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak agar proses pemulihan dapat segera dilakukan.

"Kami mengusulkan adanya bantuan sosial maupun bantuan material bangunan untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Harapan kami, bantuan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal," pungkasnya.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU