KALTARA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya peran Dewan Adat Dayak (DAD) sebagai pemersatu masyarakat adat sekaligus penjaga warisan budaya di tengah pesatnya perkembangan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DAD Kalimantan Utara yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (29/5/2026).
Di hadapan para tokoh adat, pengurus DAD, dan peserta musyawarah, Gubernur Zainal menyebut Musdalub merupakan forum penting yang akan menentukan arah organisasi adat ke depan. Karena itu, ia berharap seluruh proses berjalan dalam suasana kekeluargaan dan mengedepankan semangat persaudaraan.
“Dewan Adat Dayak adalah rumah besar bagi masyarakat adat. Rumah yang harus mampu merangkul semua golongan, menjaga persatuan, serta menjadi penjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.
Menurut Zainal, keberadaan DAD sangat strategis bagi Kalimantan Utara yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman suku, budaya, dan adat istiadat. Keharmonisan yang selama ini terjaga harus terus dipelihara melalui peran aktif lembaga adat.
Ia menilai masyarakat adat memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mempertahankan identitas budaya daerah. Karena itu, keberadaan DAD harus semakin diperkuat agar mampu menjawab berbagai tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya.
"Di tengah arus modernisasi, adat dan budaya jangan sampai tergerus. Justru harus menjadi kekuatan yang membimbing generasi muda untuk tetap mengenal jati dirinya," katanya.
Gubernur juga mengajak masyarakat adat untuk memanfaatkan kekayaan budaya sebagai peluang pembangunan ekonomi. Berbagai produk budaya seperti kerajinan tradisional, ukiran, anyaman, seni pertunjukan hingga kuliner khas dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sektor unggulan daerah.
Selain memperkuat ekonomi masyarakat, pengembangan budaya juga diyakini mampu meningkatkan daya tarik Kalimantan Utara sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal.
Dalam kesempatan itu, Zainal mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan yang mungkin muncul dalam organisasi. Ia berharap Musdalub dapat menghasilkan keputusan terbaik yang diterima seluruh pihak demi kemajuan bersama.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dalam organisasi. Namun yang harus diutamakan adalah semangat musyawarah, kebersamaan, dan tujuan besar untuk memajukan masyarakat adat serta Kalimantan Utara,” tegasnya.
Sebagai provinsi yang menjadi beranda depan Indonesia sekaligus wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Utara membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketahanan sosial, budaya, dan lingkungan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan lembaga adat melalui berbagai program pelestarian budaya, pengembangan desa adat, serta perlindungan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
“Musdalub ini bukan hanya tentang memilih kepemimpinan, tetapi juga tentang memperkuat komitmen bersama menjaga adat, budaya, dan masa depan Kalimantan Utara,” pungkasnya.
Pembukaan Musdalub DAD Kaltara ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Zainal A. Paliwang sebagai simbol dimulainya musyawarah yang diharapkan membawa semangat baru bagi kemajuan masyarakat adat Dayak di Bumi Benuanta.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan