KALTARA — Layanan penukaran uang yang disediakan secara resmi oleh Bank Indonesia bersama perbankan dinilai memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik, menegaskan bahwa penukaran melalui jalur resmi tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh pecahan kecil untuk kebutuhan Tunjangan Hari Raya (THR) dan tradisi berbagi, tetapi juga menjamin keaslian uang Rupiah yang diterima.
“Dengan menukar di lokasi resmi yang telah ditetapkan, masyarakat dapat terhindar dari risiko peredaran uang palsu yang biasanya meningkat pada momen hari besar keagamaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, layanan resmi juga memastikan masyarakat mendapatkan Uang Layak Edar (ULE) dalam kondisi baik, tidak lusuh, sobek, maupun rusak. Uang yang bersih dan rapi dinilai lebih pantas digunakan untuk berbagai keperluan selama bulan suci, baik untuk berbagi maupun transaksi sehari-hari.
Dari sisi ekonomi, ketersediaan pecahan uang yang cukup turut mendukung kelancaran transaksi di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga sektor jasa. Aktivitas ekonomi yang meningkat selama Ramadan dan Idulfitri membutuhkan dukungan sistem pembayaran yang lancar, baik tunai maupun non tunai.
Selain itu, penukaran melalui layanan resmi juga membantu mencegah praktik penukaran ilegal yang kerap mengenakan biaya tambahan atau potongan nilai uang. Dengan demikian, masyarakat dapat menukar uang sesuai nominal tanpa kehilangan sebagian nilainya.
Melalui program penukaran uang, Bank Indonesia juga terus mengedukasi masyarakat untuk mengenali ciri keaslian uang dengan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Masyarakat turut diimbau merawat Rupiah dengan prinsip 5J agar tetap layak edar.
Dengan berbagai manfaat tersebut, BI berharap layanan penukaran uang resmi tidak hanya mempermudah kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, tetapi juga menjaga stabilitas sistem pembayaran serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Perlu dikethaui Bank Indonesia Wilayah Kaltara menyedikan 36 titik penukaran uang dilakukan untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, dan menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp701 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan