Ketua DPRD Kaltara Tegaskan Dukungan untuk Perlindungan Pekerja dalam Dialog Kahutindo (MA)
KALTARA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Tarakan diisi dengan dialog interaktif yang digelar DPC SP Kahutindo Kota Tarakan dalam rangkaian May Day Kahutindo Expo 2026. Kegiatan yang berlangsung di area Lapangan Bandara Juwata, Kamis (30/4/2026) malam, menjadi ruang strategis mempertemukan pekerja, pemerintah, dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan.
Mengangkat tema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), forum ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara Syamsuddin Arfah, mediator hubungan industrial Aulianegara, S.H., Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Masbuki, serta Kabag SDM Polres Tarakan AKP Kistaya, S.Sos., M.H. Hadir pula jajaran pengurus dan anggota FSP Kahutindo se-Kalimantan Utara.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kaltara H. Achmad Djufrie menegaskan bahwa keberpihakan terhadap pekerja harus diwujudkan melalui kebijakan nyata dan pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
“Kehadiran kami di sini bukan sekadar seremonial, tetapi untuk memastikan bahwa aspirasi pekerja dapat kami dengar langsung dan ditindaklanjuti secara konkret,” ujarnya di hadapan peserta dialog.
Ia menilai, isu PKWT menjadi salah satu perhatian utama dalam menciptakan kepastian kerja bagi buruh. Oleh karena itu, DPRD Kaltara telah mengambil langkah progresif melalui penyusunan peraturan daerah di bidang ketenagakerjaan.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Utara guna melakukan pendataan menyeluruh terhadap tenaga kerja dengan status PKWT.
“Pendataan ini penting sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, sehingga perlindungan terhadap pekerja dapat berjalan optimal,” tegasnya.
Tak hanya itu, Achmad Djufrie juga menyoroti pentingnya peran perusahaan dalam mendukung kesejahteraan tenaga kerja. Ia mendorong peningkatan kontribusi sektor swasta, baik melalui kewajiban CSR maupun penciptaan lapangan kerja yang lebih stabil.
“Kami ingin memastikan perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk membuka peluang bagi pekerja untuk diangkat menjadi karyawan tetap,” jelasnya.
Suasana dialog yang berlangsung interaktif mencerminkan tingginya antusiasme peserta dalam membahas persoalan ketenagakerjaan. Berbagai masukan dan aspirasi disampaikan secara terbuka, menunjukkan harapan besar terhadap perbaikan sistem kerja ke depan.
Melalui momentum May Day ini, Ketua DPRD Kaltara juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun iklim ketenagakerjaan yang adil, produktif, dan berkelanjutan.
“Persoalan ketenagakerjaan membutuhkan kerja bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita yakin dapat menghadirkan solusi yang berpihak kepada pekerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan