Bupati Nunukan, H.Iwan Sabri menikmati Kelapa Pandan Wangi (MA)
KALTARA – Kelapa pandan wangi khas Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kini tak hanya dikenal karena cita rasanya yang unik, tetapi juga mulai dilirik sebagai komoditas unggulan untuk pasar ekspor.
Komoditas lokal yang memiliki aroma khas pandan ini dinilai memiliki daya saing tinggi, terutama karena keunikan rasa dan letak geografis Nunukan yang berada di wilayah perbatasan. Kedekatan dengan negara tetangga seperti Malaysia menjadi peluang besar untuk memperluas pasar ke luar negeri.
Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menyebut pengembangan kelapa pandan wangi menjadi salah satu fokus daerah dalam mendorong sektor pertanian berbasis ekspor.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan Andi Amran Sulaiman guna memperkuat dukungan terhadap petani, mulai dari penyediaan bibit hingga peningkatan produksi.
“Pak Menteri sangat mengapresiasi potensi yang kita miliki dan siap mendukung petani, termasuk bantuan bibit dan pupuk. Ini peluang besar untuk kita kembangkan,” ujarnya.
Dari sisi pemerintah pusat, kelapa pandan wangi masuk dalam komoditas strategis yang berpotensi dikembangkan di kawasan perbatasan. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, produk ini juga diarahkan untuk menembus pasar ekspor, khususnya ke negara-negara terdekat.
Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa wilayah perbatasan seperti Nunukan memiliki keunggulan tersendiri karena biaya distribusi yang lebih efisien ke pasar luar negeri.
“Kelapa, kakao, dan kopi adalah komoditas yang sangat dibutuhkan negara tetangga. Ini peluang ekspor yang harus dimanfaatkan,” tegasnya.
Selain faktor geografis, kelapa pandan wangi juga telah memiliki pengakuan sebagai varietas lokal dengan nomor registrasi 250/PV/2018 dari Kementerian Pertanian. Status ini menjadi nilai tambah dalam pengembangan komoditas, terutama untuk penetrasi pasar internasional.
Saat ini, kelapa pandan wangi banyak dibudidayakan di wilayah Pulau Sebatik dan beberapa daerah di Nunukan. Dengan karakter pohon yang relatif pendek dan cepat berbuah, komoditas ini dinilai potensial untuk dikembangkan dalam skala lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Nunukan pun optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat serta peningkatan produksi petani, kelapa pandan wangi dapat menjadi salah satu komoditas andalan ekspor dari Kalimantan Utara dalam waktu dekat.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan