Penjualan kelapa pandan wangi di Tarakan (MA)
KALTARA – Di tengah panasnya siang Kota Tarakan, lapak sederhana milik Tariyani di kawasan Kampung Bugis selalu ramai didatangi pembeli. Bukan tanpa alasan, pedagang ini dikenal sebagai satu-satunya penjual kelapa pandan wangi asal Nunukan yang tetap bertahan hingga lebih dari satu dekade.
Sejak memulai usahanya sekitar 11 tahun lalu, Tariyani konsisten menjajakan kelapa pandan wangi dengan cita rasa alami. Tanpa tambahan gula maupun susu, ia mempertahankan keaslian rasa manis dan aroma pandan yang menjadi ciri khas kelapa tersebut.
“Alhamdulillah tidak pernah sepi pembeli. Rata-rata sehari bisa habis 50 sampai 100 biji,” ujarnya.
Kelapa yang dijual tersedia dalam dua pilihan, yakni utuh dan sudah dikupas serta dikemas dalam plastik. Cara ini memudahkan pelanggan yang ingin langsung menikmati daging kelapa tanpa repot.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, sekitar Rp10 ribu per buah atau per bungkus. Dengan harga tersebut, pelanggan sudah bisa merasakan kesegaran air kelapa sekaligus aroma pandan yang khas.
Menurut Tariyani, banyak pelanggan yang datang awalnya hanya penasaran. Namun setelah mencoba, sebagian besar kembali membeli bahkan menjadi langganan tetap.
“Banyak yang bilang ketagihan karena rasanya beda. Apalagi aromanya wangi pandan,” katanya.
Tak hanya melayani pembeli langsung, Tariyani juga kerap menerima pesanan dari luar daerah. Bahkan, ada pelanggan dari luar Kalimantan yang memesan kelapa utuh maupun bibit untuk ditanam sendiri.
Ia juga menjual bibit kelapa pandan wangi dengan harga sekitar Rp200 ribu per pohon. Hal ini menjadi peluang tambahan bagi usahanya, sekaligus membantu memperkenalkan kelapa khas Nunukan ke daerah lain.
Di balik kesuksesannya, Tariyani mengaku tetap menjaga kualitas kelapa yang dijual. Pasokan didatangkan dari wilayah Nunukan, terutama Pulau Sebatik yang dikenal sebagai sentra kelapa pandan wangi.
Bagi Tariyani, berjualan kelapa bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjaga kepercayaan pelanggan yang sudah terbangun selama bertahun-tahun.
“Yang penting pembeli puas dan tetap datang lagi,” tutupnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan