Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 15 APRIL 2026 • 18:34 WIB

Antisipasi Lonjakan Iduladha, Karantina Kaltara Sosialisasikan Lalu Lintas Hewan Kurban

Antisipasi Lonjakan Iduladha, Karantina Kaltara Sosialisasikan Lalu Lintas Hewan KurbanKarantina Kaltara Sosialisasikan Lalu Lintas Hewan Kurban Jelang Iduladha (hms)

KALTARA  – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Kalimantan Utara mengintensifkan pengawasan dengan menyosialisasikan persyaratan lalu lintas hewan kurban kepada para pemangku kepentingan.


Kegiatan yang digelar di Gedung Sri Tower, Tarakan, Rabu (15/4), ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), sekaligus memastikan kelancaran distribusi ternak di wilayah Kalimantan Utara.


Kepala Karantina Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud, menegaskan bahwa kesiapan seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga kesehatan hewan serta keamanan produk asal hewan.


“Kami mendorong seluruh pelaku usaha untuk mematuhi persyaratan karantina dan menerapkan biosekuriti secara ketat,” ujarnya.


Ia menjelaskan, hewan kurban yang masuk ke Kalimantan Utara wajib dipastikan bebas dari penyakit hewan strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, serta Lumpy Skin Disease (LSD). Penerapan biosekuriti dinilai sangat penting, terutama saat terjadi peningkatan lalu lintas ternak menjelang Iduladha.


Menurut Ichi, pengawasan dilakukan secara terintegrasi dengan berbagai pihak, sebagai tindak lanjut Surat Edaran Deputi Bidang Karantina Hewan Nomor 23 Tahun 2026 serta Keputusan Deputi Nomor 17 Tahun 2026 terkait pengawasan lalu lintas ruminansia besar.


“Perlu sinergi semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, agar lalu lintas ternak tetap terkendali dan aman,” jelasnya.


Ia menambahkan, lalu lintas ternak ke Kalimantan Utara saat ini didominasi pengiriman domestik dari sejumlah daerah seperti Gorontalo dan Tolitoli. Pemasukan ternak tersebut umumnya melalui Pelabuhan Malundung Tarakan sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah di provinsi ini.


Data sistem Best Trust (Barantin) menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada Iduladha 2025. Tercatat, lalu lintas hewan kurban mencapai 682 ekor pada Mei dan 485 ekor pada Juni, meningkat masing-masing 189 persen dan 105 persen dibandingkan rata-rata bulanan sebanyak 236 ekor.


Untuk mengantisipasi hal tersebut, Karantina Kaltara juga menginisiasi pembentukan Tim Satgas Pengawasan Terpadu Lalu Lintas Ternak selama Iduladha 2026, serta memperkuat kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pelaku usaha dan pedagang ternak.


Sementara itu, Plt. Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Kalimantan Utara, Novelia Indriani, menjelaskan bahwa hewan kurban harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain termasuk jenis ternak, telah cukup umur, serta dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan layak untuk dikurbankan.


“Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi lonjakan kebutuhan hewan kurban,” tambahnya.


Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tarakan Ajat Jatnika, unsur DPRD Kota Tarakan, instansi terkait, serta para peternak dan pelaku usaha di bidang peternakan.


Dengan kesiapan yang matang dan kepatuhan terhadap aturan karantina, diharapkan kesehatan hewan tetap terjaga dan distribusi ternak menjelang Iduladha dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Antisipasi Lonjakan Iduladha, Karantina Kaltara Sosialisasikan Lalu Lintas Hewan Kurban

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!