Hangatnya Silaturahmi Warga dalam Halal Bihalal Juata Permai (MA)
KALTARA – Kegiatan Halal Bihalal Akbar yang digelar di Halaman Masjid Nurul Falah, Intraca Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Ahad (5/4/2026) malam, berlangsung lancar dan dihadiri ratusan warga.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Takmir Masjid Nurul Falah dan Masjid Darul Hikmah sebagai momentum mempererat silaturahmi antarwarga usai Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, turut hadir bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan sekaligus Ketua PCNU Kota Tarakan, Drs. KH. Abdul Samad LC., M.Pd . Hadir pula unsur Forkopimcam Tarakan Utara, Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata, S.STP., M.H, beserta jajaran, perwakilan TNI-Polri, Lurah Juata Permai, para Ketua RT, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan juga menghadirkan penceramah KH. M. Abdul Muttholib atau yang dikenal sebagai Kiai Kera Sakti dari Sidoarjo, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tarakan menyampaikan bahwa halal bihalal menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan mempererat kebersamaan, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa nilai utama dari ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang mampu menahan amarah dan memaafkan orang lain.
“Jika kita masih mudah marah dan sulit memaafkan, maka kita perlu terus memperbaiki diri,” katanya.
Khairul turut mengapresiasi masyarakat Juata Permai yang selama ini telah mendukung berbagai program pemerintah daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan tugas masih terdapat kekurangan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Mulkan Ahda, mengatakan kegiatan halal bihalal ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi yang sempat terhenti beberapa waktu.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk kembali menyatukan masyarakat dan memperkuat ukhuwah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama pelaksanaan kegiatan serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
Dalam tausiyahnya, KH. M. Abdul Muttholib menegaskan bahwa ajaran agama Islam harus menjadi pedoman utama dalam kehidupan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan