Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 20:45 WIB

Jenazah Pilot Pelita Air yang Gugur di Krayan Dipulangkan ke Bogor

Jenazah Pilot Pelita Air yang Gugur di Krayan Dipulangkan ke BogorPenyambutan Jenazah Almarhum Capt. Hendrick L. Adam, Di Apron Lanud Anang Busra Tarakan Pada Jumat Siang. (ml)

KALTARA – Pasca kecelakaan pesawat milik Pelita Air dengan nomor penerbangan PAS 7101 registrasi PK-PPA di wilayah Gunung Pa’belaban, Desa Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, proses pemulangan jenazah pilot dari Long Bawan ke Tarakan berjalan lancar dengan dukungan penuh  semua unsur. 


Komandan Lanud Anang Busra, Andreas A. Dhewo, menyampaikan bahwa jenazah almarhum Capt. Hendrick L. Adam berhasil diterbangkan dari Long Bawan dan tiba di Apron Lanud Anang Busra Tarakan pada Jumat siang.


“Pada siang hari ini telah mendarat pesawat dari maskapai MAF dengan registrasi PK-MEE di Lanud Anang Busra pukul 12.25 WITA. Pesawat tersebut sebelumnya berangkat dari Long Bawan pukul 11.38 WITA dengan membawa jenazah almarhum,” ujar Marsma TNI Andreas A. Dhewo dalam keterangannya kepada wartawan.


Ia menjelaskan, pesawat dari MAF sebelumnya diberangkatkan dari Tarakan pukul 10.20 WITA dan tiba di Long Bawan sekitar pukul 11.10 WITA untuk melakukan penjemputan jenazah yang telah dievakuasi sehari sebelumnya. 


Penyambutan jenazah selain dihadiri Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Tarakan, Kepala Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Kepala Safety Pelita Air, perwakilan KNKT, perwakilan AirNav, serta para pemangku kepentingan dari unsur TNI dan Polri.


Sebagaimana diketahui, pesawat nahas tersebut sebelumnya tiba di Bandara Long Bawan sekitar pukul 11.00 WITA dari Tarakan dengan membawa muatan BBM jenis Pertalite kurang lebih 4.000 liter dan telah melaksanakan proses bongkar muatan. Sekitar pukul 12.10 WITA, pesawat kembali lepas landas menuju Tarakan. Tidak lama setelah itu, dilaporkan jatuh di sekitar Desa Pabetung, Kampung Baru. Pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam badan pesawat.


Marsma TNI Andreas menambahkan, hingga pukul 15.20 WITA sehari sebelumnya, jenazah telah berhasil dievakuasi dan tiba di Rumah Sakit Pratama Long Bawan. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat lokasi kejadian berada sekitar 3 hingga 5 kilometer dari bandara dengan kondisi medan berbukit, licin, dan cukup terjal.


“Sejak awal kejadian, TNI Angkatan Udara memberikan dukungan penuh dalam proses evakuasi dan pemulangan jenazah. Alhamdulillah, koordinasi berjalan sangat baik bersama Basarnas, unsur kepolisian, pihak bandara, AirNav, serta manajemen Pelita Air,” jelasnya.


Setibanya di Tarakan, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans dengan pengawalan dan dukungan personel TNI AU menuju tempat pemulasaran di wilayah Gunung Lingkas. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan melalui Bandara Juwata Tarakan menuju Jakarta menggunakan maskapai Batik Air sekitar pukul 14.35 WITA.


Di Jakarta, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka wilayah Bogor. Untuk jadwal pemakaman, akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh pihak keluarga.


Marsma TNI Andreas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja maksimal di tengah suasana ibadah puasa.


“Sinergi dan kolaborasi seluruh unsur berjalan dengan sangat baik, mulai dari proses evakuasi di Long Bawan hingga pemulangan ke Tarakan. Ini bentuk komitmen bersama dalam menangani situasi darurat secara cepat, tepat, dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jenazah Pilot Pelita Air yang Gugur di Krayan Dipulangkan ke Bogor

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!