Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 19:48 WIB

Otoritas Gabungan Paparkan Kronologi Jatuhnya Pesawat BBM di Krayan Timur, Sebabkan Pilot Tewas

Otoritas Gabungan Paparkan Kronologi Jatuhnya Pesawat BBM di Krayan Timur, Sebabkan Pilot TewasUnsur otoritas penerbangan dan penyelamatan menggelar konferensi pers di Kantor Bandara Juwata Tarakan, Kamis (19/02/2026) (ist)

KALTARA  – Unsur otoritas penerbangan dan penyelamatan menggelar konferensi pers di Kantor Bandara Juwata Tarakan, Kamis (19/02/2026), untuk memaparkan kronologi jatuhnya pesawat pengangkut bahan bakar minyak di Krayan Timur.

Rilis disampaikan Komandan Lanud Anang Busra, Andreas A. Dhewo, didampingi Kepala Basarnas Kalimantan Utara, perwakilan BMKG, manajemen bandara, serta pihak maskapai.

Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan milik Pelita Air Service dengan nomor penerbangan PAS 7101 registrasi PK-PAA tipe Air Tractor AT-802. Pesawat tersebut mengangkut BBM milik PT Pertamina Patra Niaga Tarakan menuju Krayan.

Menurut Andreas, sebelum insiden terjadi pesawat telah menurunkan muatan Pertalite sekitar 4.000 liter di Krayan pada pukul 12.10 WITA. Setelah proses bongkar muatan selesai, pesawat lepas landas untuk kembali ke Tarakan.

“Beberapa menit setelah airborne, pesawat dilaporkan jatuh di sekitar kawasan Gunung Pa Betung, tidak jauh dari ujung final Runway 22. Jaraknya sekitar dua hingga tiga mil dari landasan,” jelasnya.

Pesawat diketahui lepas landas dari Runway 04. Insiden terjadi sekitar pukul 13.25 WITA. Di dalam pesawat hanya terdapat satu orang, yakni Kapten Pilot Hendrick L. Adam.

Tim SAR gabungan menemukan puing pesawat pada pukul 14.33 WITA dalam kondisi terbakar. Bagian ekor terlihat masih relatif utuh, sementara pilot ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Jenazah korban kemudian dievakuasi sekitar pukul 16.00 WITA ke Rumah Sakit Pratama Kecamatan Krayan.

Dalam konferensi pers tersebut, perwakilan BMKG menyampaikan bahwa kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan dan mendung. Namun, analisis detail masih dilakukan untuk memastikan faktor meteorologi pada saat insiden.

Sebeleumnya diberitakan Insiden jatuhnya pesawat Pelita PAS 7101 PK-PAA tipe AT802, yang digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Gunung Pa Betung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/02/2026), menyisakan duka mendalam. Pilot pesawat tersebut dipastikan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dikabarkan selamat.

Informasi awal yang beredar menyebutkan korban dalam kondisi selamat dan bersama warga setempat. Namun setelah tim SAR gabungan berhasil menjangkau titik lokasi di area perbukitan, pilot ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara puing-puing pesawat yang terbakar.

Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Tim KNKT dijadwalkan segera menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

Pihak otoritas menegaskan seluruh proses penanganan dilakukan secara terpadu dan mengutamakan keselamatan serta transparansi dalam penyampaian informasi kepada publik.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Otoritas Gabungan Paparkan Kronologi Jatuhnya Pesawat BBM di Krayan Timur, Sebabkan Pilot Tewas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!