Senin, 25 MEI 2026 • 20:58 WIB

Bangun SDM Perbatasan, Gubernur Zainal Resmikan Empat Sekolah dengan Anggaran Rp24,4 Miliar

Author

Pendidikan Kaltara, Zainal Paliwang, Nunukan, Sekolah Baru, Pendidikan Perbatasan, Kalimantan Utara (dkisp)

KALTARA  – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus mempercepat pembangunan sektor pendidikan di kawasan perbatasan. Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, meresmikan Unit Sekolah Baru (USB) beserta sarana penunjangnya di empat sekolah di Kabupaten Nunukan, Senin (25/5).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita di SMA Negeri 3 Nunukan.

Empat sekolah yang mendapat pembangunan infrastruktur pendidikan yakni SMA Negeri 3 Nunukan, SMA Negeri 1 Sei Menggaris, SMK Negeri 1 Sembakung Atulai dan SLB Negeri Nunukan dengan total anggaran mencapai Rp24.419.837.906, yang bersumber dari dana revitalisasi dan APBD.

Dalam sambutannya, Zainal menegaskan bahwa pembangunan sekolah menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda di wilayah perbatasan.

“Pendidikan adalah pondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing. Karena itu pemerintah terus hadir memperkuat fasilitas pendidikan hingga ke pelosok,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa anak-anak di Kalimantan Utara harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala keterbatasan fasilitas.

Dari total anggaran tersebut, SMA Negeri 3 Nunukan menerima alokasi terbesar senilai Rp11,49 miliar. Anggaran itu digunakan untuk membangun delapan ruang kelas baru, ruang guru, kantor dan fasilitas pendukung lainnya dengan kapasitas hingga 312 siswa.

Kemudian SMA Negeri 1 Sei Menggaris memperoleh anggaran Rp2,53 miliar untuk pembangunan gedung kantor dan ruang belajar.

Sementara SMK Negeri 1 Sembakung Atulai mendapatkan dukungan Rp3,22 miliar guna membangun ruang praktik agribisnis, laboratorium IPA dan fasilitas sanitasi untuk menunjang pendidikan vokasi.

Sedangkan SLB Negeri Nunukan menerima alokasi Rp7,16 miliar untuk memperkuat pendidikan inklusif melalui pembangunan 17 ruang kelas, perpustakaan, ruang terapi, ruang pembelajaran khusus hingga asrama.

Selain pembangunan fisik sekolah, gubernur juga menyoroti capaian pendidikan di Kabupaten Nunukan. Ia menyebut Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat pendidikan menengah atas telah mencapai 96,92 persen, namun Angka Partisipasi Murni (APM) masih berada di angka 68,62 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya anak-anak yang belum dapat mengakses pendidikan secara tepat waktu akibat berbagai keterbatasan.

“Kehadiran fasilitas pendidikan yang lebih baik diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses pendidikan di wilayah perbatasan,” katanya.

Zainal berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU