Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 10 JULI 2026 • 14:44 WIB

BPS: Inflasi Kaltara Melambat, Transportasi dan Emas Masih Dominasi Kenaikan Harga

BPS: Inflasi Kaltara Melambat, Transportasi dan Emas Masih Dominasi Kenaikan HargaInfo Grafik BPS Kaltara (bps)

KALTARA  – Laju inflasi di Provinsi Kalimantan Utara mulai menunjukkan perlambatan setelah sempat meningkat pada awal tahun. Meski demikian, biaya transportasi dan harga emas perhiasan masih menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga barang dan jasa di wilayah tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Mustaqim, SST., SE., M.Si., mengatakan inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,90 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,00.

"Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 3,97 persen, sedangkan Kabupaten Nunukan menjadi daerah dengan inflasi terendah sebesar 2,03 persen. Secara keseluruhan inflasi Kalimantan Utara masih berada pada level yang terkendali," ujar Mustaqim dalam rilis Berita Resmi Statistik BPS, Kamis (2/7/2026).

Baca juga: Disambut Wakapolda Kaltara, Irjen Pol Agus Wijayanto Tiba di Bumi Benuanta Jelang Sertijab

Menurut dia, perlambatan inflasi tidak berarti seluruh harga komoditas mengalami penurunan. Sejumlah komoditas strategis masih mencatat kenaikan cukup tinggi, terutama emas perhiasan, tarif angkutan udara, tarif air minum PAM, beras, tarif rumah sakit, hingga minyak goreng.

Kenaikan harga tersebut mendorong inflasi pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 9,53 persen, disusul kelompok kesehatan sebesar 7,84 persen dan transportasi sebesar 4,51 persen.

Di sisi lain, beberapa komoditas pangan justru mengalami penurunan harga sehingga membantu meredam tekanan inflasi. Di antaranya ikan layang, cabai rawit, bawang putih, kangkung, bayam, serta cabai merah.

BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) pada Mei sebesar 0,27 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 1,44 persen. Angka tersebut menunjukkan harga kebutuhan masyarakat masih bergerak naik, tetapi dalam laju yang lebih moderat dibandingkan awal tahun.

Berdasarkan wilayah penghitungan inflasi, Tanjung Selor menjadi daerah dengan kenaikan harga tertinggi sebesar 3,97 persen, diikuti Kota Tarakan 3,08 persen. Sementara Kabupaten Nunukan mencatat inflasi paling rendah, yakni 2,03 persen.

Mustaqim menilai stabilitas harga di Kalimantan Utara masih cukup terjaga. Namun, pengendalian distribusi barang, terutama pangan dan sektor transportasi, tetap menjadi faktor penting agar inflasi tidak kembali meningkat pada bulan-bulan mendatang.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BPS: Inflasi Kaltara Melambat, Transportasi dan Emas Masih Dominasi Kenaikan Harga

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!