Empat Sekolah di Nunukan Terima Dukungan Infrastruktur Pendidikan (dkisp)
KALTARA – Sebanyak empat sekolah di Kabupaten Nunukan mendapat bantuan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan senilai lebih dari Rp24 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Bantuan tersebut diberikan untuk memperkuat fasilitas pendidikan tingkat SMA, SMK hingga SLB di wilayah perbatasan agar kualitas layanan pendidikan semakin meningkat.
Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S.Sos., mengatakan dukungan anggaran itu menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Nunukan.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Utara atas dukungan besar terhadap pembangunan sarana pendidikan di daerah kami,” ujar Hermanus, Senin (25/5/2026).
Ia menyebut total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp24.419.837.906 yang berasal dari dana revitalisasi dan APBD Provinsi Kalimantan Utara.
Menurut Hermanus, angka tersebut sangat besar dan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan.
“Ini tentu menjadi semangat baru bagi dunia pendidikan di Nunukan,” katanya.
Dalam pembagian anggaran tersebut, SMA Negeri 3 Nunukan menerima alokasi terbesar yakni Rp11,49 miliar untuk pembangunan delapan ruang kelas baru, ruang guru, kantor sekolah dan fasilitas penunjang lainnya.
Kemudian SMA Negeri 1 Sei Menggaris memperoleh bantuan Rp2,53 miliar untuk pembangunan ruang kelas dan kantor sekolah.
Sementara SMK Negeri 1 Sembakung Atulai mendapat dukungan Rp3,22 miliar untuk pembangunan ruang praktik agribisnis, laboratorium IPA dan fasilitas sanitasi sekolah.
Adapun SLB Negeri Nunukan menerima anggaran Rp7,16 miliar yang difokuskan pada pembangunan ruang kelas, perpustakaan, ruang terapi, ruang pembelajaran khusus hingga asrama siswa guna mendukung pendidikan inklusif.
Hermanus berharap seluruh fasilitas yang dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik demi mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas pendidikan ini karena manfaatnya sangat besar bagi generasi muda Nunukan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian pendidikan di Kabupaten Nunukan yang terus menunjukkan perkembangan. Saat ini Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah atas mencapai 96,92 persen, sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) berada di angka 68,62 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan