Mubes II IKDL Jadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Dayak Lengilu’, Ernes Silvanus Terpilih Menjadi Ketua
KALTARA – Musyawarah Besar (Mubes) II Ikatan Keluarga Dayak Lengilu’ (IKDL) menandai babak baru perjalanan organisasi masyarakat Dayak Lengilu’ yang tersebar di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, terpilih sebagai Ketua Umum IKDL periode 2026–2031.
Ernes meraih dukungan dominan dari peserta musyawarah dengan perolehan 83 suara dari total 106 suara yang sah. Hasil itu membuatnya unggul jauh dari kandidat lainnya dan langsung ditetapkan sebagai ketua umum berdasarkan aturan yang berlaku.
Ketua Panitia Mubes II IKDL, Fureng Elisa Mou, menyampaikan bahwa tingginya dukungan kepada Ernes menunjukkan besarnya harapan masyarakat Dayak Lengilu’ terhadap kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi lebih berkembang.
“Mubes ini bukan hanya memilih ketua umum, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan arah organisasi ke depan,” ujarnya.
IKDL sendiri merupakan organisasi kekerabatan masyarakat Dayak Lengilu’ yang berdiri sejak 2002 di Balikpapan. Meski telah berdiri lebih dari dua dekade, organisasi tersebut baru dua kali melaksanakan musyawarah besar.
Pelaksanaan Mubes II yang berlangsung di Malinau dihadiri 106 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Malinau, Bulungan, Nunukan, Tana Tidung, Balikpapan, Samarinda hingga wilayah lainnya yang menjadi tempat tinggal warga Dayak Lengilu’.
Pada kesempatan itu, pengurus baru IKDL juga resmi dilantik. Ernes mengikuti pelantikan secara virtual karena sedang berada di luar daerah, sedangkan jajaran pengurus lainnya mengikuti prosesi secara langsung di Gedung Gereja GKPI Tanjung Lapang.
Dengan kepengurusan baru, IKDL diharapkan semakin aktif menjalankan program-program organisasi, mempererat hubungan antarwarga Dayak Lengilu’, serta ikut mendukung pembangunan di daerah.
Selain sebagai wadah silaturahmi, IKDL juga diharapkan mampu menjadi sarana pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai luhur masyarakat Dayak Lengilu’ di tengah perkembangan masyarakat modern. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis