Senin, 25 MEI 2026 • 12:19 WIB

Harga Bahan Pokok di Nunukan Merangkak Naik Iduladha

Author

Aktifitas di Pasar Inhutani Nunukan. harga bawang merah lokal naik jelang Iduladha 1447 H. (ist)

KALTARA  – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Nunukan mulai mengalami kenaikan. Kondisi ini dikeluhkan warga karena terjadi pada beberapa komoditas penting seperti cabai, bawang, tomat, hingga sayuran.

Kenaikan harga terlihat di Pasar Inhutani Nunukan, Kelurahan Nunukan Timur, yang mulai ramai dipadati warga untuk memenuhi kebutuhan dapur menjelang hari raya.

Salah seorang pedagang, Ahmad, mengatakan sebagian besar pasokan sayur di Nunukan berasal dari Sulawesi. Sementara beberapa komoditas lain seperti wortel dan kentang didatangkan dari Tawau, Malaysia.

“Iya, sebagian besar dari Sulawesi. Kalau wortel dan kentang dari Tawau,” ujarnya.

Menurut Ahmad, cuaca buruk dan musim hujan di daerah penghasil membuat hasil panen berkurang sehingga berdampak pada pasokan dan harga di pasaran.

“Di sana mungkin karena musim hujan jadi belum panen, makanya harga naik,” katanya.

Saat ini harga cabai rawit mencapai Rp90 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp65 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting berada di harga Rp65 ribu per kilogram.

Harga tomat juga naik dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Wortel kini dijual Rp20 ribu per kilogram, sedangkan kentang berada di harga Rp18 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas bawang. Pedagang lainnya, Cahya, mengatakan harga bawang bombay kini mencapai Rp25 ribu per kilogram. Padahal dalam kondisi normal, harga bawang bombay hanya berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.

“Sekarang bawang bombay Rp25 ribu. Biasanya normal itu sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu,” ujarnya.

Untuk bawang merah, harga bawang asal Malaysia dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah asal Sulawesi atau Indonesia mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Salah seorang pembeli mengaku tetap memilih bawang merah asal Sulawesi meski harganya lebih mahal karena kualitas dan rasanya dianggap lebih baik.

“Saya pilih bawang Sulawesi karena rasanya lebih tajam. Sekarang harganya sekitar Rp50 ribu per kilogram, padahal sebelumnya sekitar Rp30 ribu,” ujarnya.

Ia mengatakan kenaikan harga cukup terasa bagi kebutuhan rumah tangga. Namun menjelang Iduladha, kebutuhan dapur tetap harus dipenuhi sehingga jumlah pembelian justru meningkat.

“Biasanya beli satu kilogram untuk kebutuhan bulanan, sekarang beli sekitar satu setengah kilogram untuk persiapan Iduladha. Kenaikannya cukup memberatkan,” katanya.

Meski harga sejumlah komoditas naik, pedagang memperkirakan kondisi pasar akan kembali stabil setelah perayaan Iduladha selesai dan pasokan dari daerah penghasil kembali lancar. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU