Jumat, 22 MEI 2026 • 14:42 WIB

BMKG Tarakan Minta Nelayan Waspadai Gelombang Laut hingga 2,5 Meter

Author

ilustrasi BMKG (AI)

KALTARA  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Juwata Tarakan mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi gelombang laut di wilayah Kalimantan Utara untuk periode 23–26 Mei 2026. Masyarakat yang beraktivitas di sektor kelautan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran.

Dalam data prakiraan BMKG, wilayah Perairan Tanjung Selor diprediksi mengalami tinggi gelombang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter. Potensi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian, terutama bagi kapal kecil dan aktivitas penangkapan ikan di laut.

Selain tinggi gelombang, BMKG mencatat pola angin di wilayah utara ekuator Indonesia umumnya bergerak dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 8–20 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator Indonesia, kecepatan angin berada pada kisaran 3–25 knot, yang berpengaruh terhadap kondisi gelombang di perairan sekitar.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh pengguna transportasi laut dalam beberapa hari ke depan.

“Informasi prakiraan gelombang ini perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi nelayan, operator kapal tongkang, maupun masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan. Kami mengimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan tidak mengabaikan peringatan dini yang telah dikeluarkan BMKG,” kata Muhammad Sulam Khilmi.

Menurutnya, gelombang dengan tinggi 1,25–2,5 meter berpotensi membahayakan perahu nelayan saat kecepatan angin mencapai 15 knot, serta dapat berdampak pada kapal tongkang jika angin mencapai 16 knot.

Meski terdapat potensi gelombang sedang di sejumlah wilayah, BMKG memastikan bahwa untuk kategori gelombang tinggi 2,5–4 meter di perairan Kalimantan Utara pada periode tersebut masih terpantau nihil.

Muhammad Sulam Khilmi menambahkan, masyarakat diimbau aktif memantau perkembangan informasi cuaca maritim yang diperbarui secara berkala untuk mengantisipasi perubahan kondisi di laut.

“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama. Pastikan selalu mendapatkan informasi cuaca terbaru sebelum melakukan aktivitas di laut,” tutupnya.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU