KALTARA – Tugu Soekarno yang berdiri di depan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik atau Sei Pancang di Pulau Sebatik menjadi salah satu ikon nasionalisme di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Monumen yang menampilkan sosok Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, itu berada di jalur strategis pintu masuk lintas batas dan menjadi simbol semangat kebangsaan masyarakat perbatasan.
Keberadaan tugu tersebut juga memperkuat identitas kawasan PLBN Sebatik sebagai salah satu beranda terdepan Indonesia di wilayah utara Kalimantan.
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik mulai dibangun pada tahun 2019 dan proses pembangunannya rampung 100 persen pada pertengahan tahun 2022.
Fasilitas perbatasan tersebut kemudian diresmikan oleh Joko Widodo pada Oktober 2024 sebagai bagian dari penguatan infrastruktur kawasan perbatasan negara.
Selain menjadi penanda kawasan PLBN, Tugu Soekarno kini juga menjadi salah satu titik yang sering dikunjungi masyarakat maupun pendatang untuk berfoto dan menikmati suasana perbatasan.
Warga menilai keberadaan tugu tersebut memiliki makna penting sebagai pengingat semangat persatuan, nasionalisme, dan kedaulatan negara di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Pemerintah diharapkan terus melakukan penataan kawasan sekitar PLBN dan Tugu Soekarno agar dapat berkembang menjadi destinasi wisata perbatasan sekaligus sarana edukasi sejarah dan kebangsaan bagi generasi muda.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan