KALTARA – Tugu Dwikora di Kabupaten Nunukan menjadi salah satu ikon bersejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Monumen yang berada di kawasan pusat kota Nunukan tersebut tidak hanya dikenal sebagai penanda sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi ruang publik dan titik kumpul masyarakat.
Tugu Dwikora dibangun untuk mengenang semangat perjuangan Dwikora atau Dwi Komando Rakyat yang pernah digaungkan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dalam menghadapi konfrontasi Indonesia-Malaysia pada era 1960-an.
Keberadaan tugu ini dinilai memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Nunukan sebagai daerah perbatasan yang memiliki posisi strategis di bagian utara Kalimantan.
Selain menjadi simbol sejarah, kawasan sekitar Tugu Dwikora kini juga ramai dikunjungi warga untuk bersantai, berolahraga, hingga menikmati suasana sore hari.
Lokasinya yang berada di pusat aktivitas masyarakat membuat area tersebut kerap menjadi tempat pelaksanaan kegiatan sosial, budaya, hingga acara pemerintahan.
Warga berharap keberadaan Tugu Dwikora terus dijaga dan ditata agar tetap menjadi salah satu wajah kota Nunukan sekaligus sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
Dengan latar kawasan perbatasan dan suasana kota pesisir, Tugu Dwikora juga menjadi salah satu titik yang cukup dikenal oleh pendatang maupun wisatawan yang berkunjung ke Nunukan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan