Rabu, 08 JULI 2026 • 22:12 WIB

Dewandik Kaltara: SPMB SMAN 1 Sebatik Berjalan Lancar, MPLS Perkuat Karakter dan Kebangsaan Siswa Perbatasan

Author

 MPLS Jadi Momentum Pembentukan Karakter Siswa Perbatasan (ist)

KALTARA  – Ketua Dewan Pendidikan (Dewandik) Kalimantan Utara, Maulana, mengapresiasi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Sebatik, Kabupaten Nunukan. Menurutnya, kedua agenda tersebut telah berlangsung sesuai ketentuan dan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang berkarakter di wilayah perbatasan.

Maulana menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan MPLS bersama dewan guru dan peserta didik baru di SMAN 1 Sebatik, Rabu (8/7/2026).

Ia mengatakan, proses SPMB berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan pemerintah tanpa ditemukan persoalan pada jalur domisili maupun jalur prestasi.

"Alhamdulillah, pelaksanaan SPMB berjalan dengan baik sesuai juknis. Tidak ada kendala pada jalur domisili maupun prestasi. Ini menunjukkan komitmen sekolah dalam melaksanakan proses penerimaan peserta didik secara objektif, transparan, dan akuntabel," ujar Maulana.

Baca juga: Dewan Pendidikan Kaltara Minta Evaluasi SPMB, Soroti Juknis hingga Sosialisasi kepada Orang Tua

Memasuki tahun ajaran baru, para peserta didik kemudian mengikuti MPLS yang disusun berdasarkan kurikulum dari pemerintah pusat. Kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.

Dalam pelaksanaannya, Polres memberikan materi mengenai bahaya perjudian online (judol), penyalahgunaan teknologi digital, serta pentingnya menaati hukum. Sementara Dinas Kesehatan menyampaikan edukasi mengenai kesehatan remaja dan dampak negatif perilaku seksual berisiko.

Menurut Maulana, materi tersebut sangat penting diberikan sejak awal agar peserta didik memiliki bekal menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.

"MPLS harus menjadi momentum membangun karakter siswa. Mereka perlu dibekali nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, serta pemahaman terhadap ancaman sosial yang kini banyak menyasar kalangan remaja," katanya.

Di balik pelaksanaan MPLS tahun ini, terdapat hal yang menjadi perhatian Dewandik Kaltara. Sebanyak enam siswa dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Malaysia, turut mengikuti seluruh rangkaian MPLS bersama peserta didik SMAN 1 Sebatik Tengah.

Maulana menilai, kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya sinergi pendidikan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Ini merupakan hal yang sangat positif. Anak-anak Indonesia yang bersekolah di SIKK Malaysia dapat mengikuti MPLS di SMAN 1 Sebatik Tengah. Kolaborasi seperti ini bukan hanya mempererat hubungan antarlembaga pendidikan, tetapi juga memperkuat identitas kebangsaan generasi muda Indonesia di wilayah perbatasan," ungkapnya.

Ia berharap kerja sama antara SMAN 1 Sebatik dan SIKK Kota Kinabalu terus diperluas melalui berbagai program pendidikan yang memberikan manfaat bagi peserta didik di kedua wilayah.

"Batas negara tidak boleh menjadi batas bagi kemajuan pendidikan. Justru dari kawasan perbatasan inilah lahir semangat kolaborasi untuk mencetak generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tutup Maulana. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU