Rabu, 08 JULI 2026 • 16:25 WIB

Dari Malinau untuk Tarakan, Bupati Wempi Tegaskan Pelestarian Budaya Tidung adalah Tanggung Jawab Bersama

Author

Bupati Wempi dan Ny. Maylenty Hadiri Prosesi Pelarungan Padaw Tuju Dulung di Festival Iraw Tengkayu XV (prokompim)

KALTARA – Puncak Festival Budaya Iraw Tengkayu XV yang dirangkaikan dengan prosesi adat Pelarungan Padaw Tuju Dulung di kawasan Ratu Intan, Pantai Amal, Kota Tarakan, Minggu (5/7/2026), menjadi momentum memperkuat komitmen pelestarian budaya di Kalimantan Utara.

Momentum tersebut turut dihadiri Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, bersama istri, Ny. Maylenty Wempi. Kehadiran keduanya menjadi simbol dukungan Pemerintah Kabupaten Malinau terhadap pelestarian budaya masyarakat Tidung sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Kalimantan Utara.

Baca juga: Bupati Wempi Beri Penghormatan Terakhir kepada Juari Lakai, Dedikasi 23 Tahun Jadi Inspirasi ASN

Dalam keterangannya, Bupati Wempi menilai Festival Iraw Tengkayu tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Menurutnya, budaya merupakan cerminan jati diri masyarakat yang harus terus dirawat melalui adat, tradisi, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

"Kebudayaan itu adalah kita, kita itu adalah budaya itu sendiri. Bagaimana wajah Kota Tarakan menjaga kearifan lokalnya dengan adat istiadat dan tradisi, saya pikir tidak berbeda juga dengan masyarakat Tidung yang ada di Kabupaten Malinau. Agenda ini menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi kita di Kalimantan Utara," ujar Wempi.

Ia mengatakan, masyarakat Tidung di Malinau maupun Tarakan memiliki akar budaya yang sama sehingga upaya pelestarian harus dilakukan secara bersama-sama tanpa mengenal batas wilayah administrasi.

Bupati Wempi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tarakan yang secara konsisten menjadikan Festival Iraw Tengkayu sebagai agenda budaya tahunan.

"Saya mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas pelaksanaan Festival Iraw Tengkayu Tahun 2026. Kepada Wali Kota Tarakan, Wakil Wali Kota, seluruh jajaran pemerintah, dan khususnya masyarakat Tidung Kota Tarakan, terima kasih karena terus menjaga warisan budaya ini," ucapnya.

Ia berharap Festival Iraw Tengkayu terus berkembang sebagai ikon budaya Kalimantan Utara yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mampu menarik wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan mempererat persatuan antarwarga. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU